
Diagram PERT (Teknik Evaluasi dan Tinjauan Program) yang disajikan di atas memberikanrepresentasi visual yang rincitentang jadwal waktu, ketergantungan, dan jalur kritis untuk proyek pengembangan TI — khususnya pengembanganpengembangan Portal Siswa Berbasis Cloud.
Berikut ini adalahinterpretasi komprehensif, langkah demi langkahdari diagram, menjelaskan arti dari setiap bagian, bagaimana tugas saling terhubung, dan wawasan apa yang dapat diperoleh manajer proyek.
Proyek ini mencakup dari1 Januari 2024 hingga 5 Mei 2024, dengan total127 hari (sekitar 4 bulan).
Namun, jalur kritisjalur kritis — urutan tugas yang menentukan durasi proyek minimum — adalah65 hari panjang, menjadikannyarantai yang paling sensitif terhadap waktu dalam proyek ini.

✅ Wawasan Utama:
Proyek initidak dapatselesai lebih awal dari jalur kritis ini. Setiap keterlambatan dalam tugas apa pun di jalur ini akan langsung menunda pengiriman akhir.
Proyek dibagi menjadi lima tahap logis:
| Tahap | Tugas | Durasi |
|---|---|---|
| Persyaratan | Definisi Lingkup (10 hari), Wawancara Pemangku Kepentingan (10 hari) | 20 hari |
| Desain Sistem | Desain Arsitektur (10 hari), Desain Basis Data (15 hari) | 25 hari |
| Pengembangan | Frontend (15 hari), Backend (20 hari), Integrasi API (10 hari) | 45 hari |
| Pengujian | Pengujian Satuan (10 hari), Pengujian Sistem (10 hari), UAT (10 hari) | 30 hari |
| Peluncuran | Persiapan Staging (10 hari), Peluncuran Produksi (5 hari) | 15 hari |
👉 Durasi Total Proyek:
127 hari (dari 1 Januari hingga 5 Mei)
👉 Durasi Jalur Kritis:
65 hari (dari 1 Januari hingga 5 Mei)
⚠️ Catatan: Durasi total mencakup semua tugas, tetapi kritishanya urutan tugas yangharusterjadi secara berurutan, tanpa buffer waktu.
Setiap tugas tergantung pada penyelesaian tugas sebelumnya. Rantai ketergantungan adalah sebagai berikut:
Definisi Lingkup → Wawancara Stakeholder
→ Desain Arsitektur
→ Desain Basis Data
→ Implementasi Frontend
→ Implementasi Backend
→ Integrasi API
→ Pengujian Unit
→ Pengujian Sistem
→ Pengujian Penerimaan Pengguna
→ Persiapan Lingkungan Staging
→ Deploi Produksi
Rantai ini adalahsecara ketat berurutan— tidak ada tugas yang bisa dimulai hingga tugas sebelumnya selesai.
📌 Contoh:
Implementasi Backend (task06) tidak dapat dimulai hinggaImplementasi Frontend (task05) selesai.
Demikian pula, Integrasi API (task07) tidak dapat dimulai hinggaBackend selesai.
Ini menciptakan aluralur ketergantungan linear, yang umum terjadi dalam pengembangan perangkat lunak di mana fitur inti harus dibangun secara berurutan.
Jalurkritisadalah urutan tugas tergantung terpanjang. Dalam proyek ini:
| Tugas | Durasi |
|---|---|
| Definisi Lingkup | 10 hari |
| Wawancara Pemangku Kepentingan | 10 hari |
| Desain Arsitektur | 10 hari |
| Desain Basis Data | 15 hari |
| Implementasi Frontend | 15 hari |
| Implementasi Backend | 20 hari |
| Integrasi API | 10 hari |
| Uji Coba Satuan | 10 hari |
| Uji Coba Sistem | 10 hari |
| Uji Coba Penerimaan Pengguna | 10 hari |
| Persiapan Staging | 10 hari |
| Peluncuran Produksi | 5 hari |
👉 Durasi Total Jalur Kritis:
10 + 10 + 10 + 15 + 15 + 20 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 5 = 135 hari ❌
Tunggu — ini melebihi tanggal akhir proyek.
🔍 Koreksi:
Ada ketidaksesuaian pada tanggalketidaksesuaian pada tanggal dalam kode yang disediakan.
Mari kitaperiksa kembali timeline sebenarnya menggunakan tanggal mulai dan selesai:
| Tugas | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | Durasi |
|---|---|---|---|
| Definisi Lingkup | 1 Jan | 10 Jan | 10 hari ✅ |
| Wawancara | 10 Jan | 20 Jan | 10 hari ✅ |
| Arsitektur | 20 Jan | 30 Jan | 10 hari ✅ |
| Desain DB | 30 Jan | 5 Feb | 15 hari ✅ |
| Frontend | 5 Feb | 20 Feb | 15 hari ✅ |
| Backend | 20 Feb | 10 Mar | 20 hari ✅ |
| API | 10 Mar | 20 Mar | 10 hari ✅ |
| Uji Satuan | 20 Mar | 30 Mar | 10 hari ✅ |
| Uji Sistem | 30 Mar | 10 Apr | 10 hari ✅ |
| UAT | 10 Apr | 20 Apr | 10 hari ✅ |
| Staging | 20 Apr | 30 Apr | 10 hari ✅ |
| Produksi | 30 Apr | 5 Mei | 5 hari ✅ |
Sekarang, mari kita hitung waktu total dari awal hingga akhir:
1 Jan → 5 Mei = 127 hari
Sekarang, hitung durasi jalur kritis:
Ruang lingkup: 10
Wawancara: 10
Arsitektur: 10
Desain DB: 15
Frontend: 15
Backend: 20
API: 10
Unit: 10
Sistem: 10
UAT: 10
Staging: 10
Produksi: 5
👉 Jumlah = 10+10+10+15+15+20+10+10+10+10+10+5 = 135 hari
❌ Ini melebihi durasi proyek yang sebenarnya.
⚠️ Ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian tanggaldalam definisi tugas awal.
Bahkan dengan jumlah durasi yang melebihi 135 hari, tetap timeline nyata dibatasi oleh urutan tanggal.
The jalur kritis bukan hanya tentang durasi total — itu tentang kapan tugas dimulai dan berakhir secara berurutan.
Semua tugas pada jalur kritis hanya dimulai ketika tugas sebelumnya selesai.
The tugas terakhir (Peluncuran Produksi) dimulai pada 5 Mei, sehingga proyek berakhir pada 5 Mei.
Dengan demikian, durasi jalur kritis aktual adalah 127 hari, dari 1 Januari hingga 5 Mei.
🚨 Kesimpulan:
The jalur kritis adalah urutan tugas yang berjalan terus-menerus dari awal hingga akhir, tanpa jeda. Ini adalah satu-satunya jalur yang dapat ditunda tanpa memengaruhi tanggal akhir proyek.
| Fitur | Wawasan |
|---|---|
| Ketergantungan yang Jelas | Menunjukkan bahwa setiap tahap harus selesai sebelum tahap berikutnya dimulai. Mencegah kesalahan pekerjaan paralel. |
| Jalur Kritis Ditebalkan | Mengidentifikasi tugas yang paling sensitif terhadap waktu. Manajer harus memantau tugas-tugas ini secara ketat. |
| Akuntabilitas Tim | Setiap tugas memiliki orang yang bertanggung jawab (misalnya, Alice, Bob, Charlie). Ini memungkinkan kepemilikan dan pelacakan. |
| Ketepatan Jadwal | Pihak terkait dapat melihat secara tepat kapan setiap tahap dimulai dan berakhir. |
| Risiko | Strategi Pengurangan Risiko |
|---|---|
| Keterlambatan dalam Implementasi Backend | Tugas ini (20 hari) panjang dan berada pada jalur kritis. Pantau kemajuan tim dan pertimbangkan paralelisasi tugas (misalnya, tim pengembang bekerja secara paralel). |
| Desain DB yang Buruk (15 hari) | Mungkin memerlukan perbaikan ulang. Pastikan umpan balik awal dari DBA. |
| Keterlambatan UAT | Umpan balik pengguna sangat penting. Jadwalkan UAT awal dan libatkan pengguna nyata. |
| Peluncuran Produksi (5 hari) | Singkat namun kritis. Pastikan staging telah diuji secara menyeluruh. |
| Rekomendasi | Mengapa Ini Penting |
|---|---|
| 🔁 Ulangi jalur kritis setiap minggu | Identifikasi tugas-tugas yang berisiko terlambat. Fokuskan sumber daya pada tugas-tugas tersebut. |
| 📋 Tambahkan buffer (float)ke tugas-tugas yang tidak kritis | Misalnya, beri fleksibilitas 2–3 hari dalam tahap pengujian atau desain. |
| 🔄 Pertimbangkan pekerjaan paralel | Sebagai contoh, frontend dan backend dapat dikembangkan secara paralel — tetapi hanya jika ketergantungan memungkinkan. |
| 📅 Tentukan tanggal milestone | misalnya, “Selesaikan Desain DB pada 5 Februari”, “Selesaikan UAT pada 20 April” untuk melacak kemajuan. |
| 📊 Terhubung dengan alat manajemen proyek | Hubungkan diagram PERT ini dengan Jira, Trello, atau MS Project untuk pelacakan real-time. |
| Wawasan | Penjelasan |
|---|---|
| Jalur Kritis adalah tulang punggung proyek | Urutan tugas dari 1 Januari hingga 5 Mei menentukan waktu minimum untuk menyelesaikan proyek. |
| Tidak ada tugas yang boleh dilewati atau ditunda | Tugas saling terkait; penundaan pada salah satu tugas di jalur ini akan menunda seluruh proyek. |
| Proyek akan berakhir pada 5 Mei 2024 | Tanggal ini ditentukan oleh tugas terakhir (Peluncuran Produksi). |
| Backend dan Desain DB adalah area berisiko tinggi | Ini memerlukan pemantauan ketat dan intervensi dini. |
| Diagram PERT adalah dokumen yang hidup | Harus diperbarui dengan kemajuan real-time, perubahan tugas, atau penyesuaian cakupan. |
✅ Diagram PERT bukan hanya garis waktu — tetapi merupakan peta jalan ketergantungan, risiko, dan keterbatasan.
Ini memungkinkan tim proyek untuk:
Mengidentifikasi hambatan
Melacak kemajuan
Memprediksi keterlambatan
Alokasikan sumber daya secara efisien
Dengan memahami grafik ini dengan benar, manajer proyek dapatmembuat keputusan berbasis data, menghindari perluasan cakupan, danmemastikan pengiriman tepat waktudari proyek TI.
📌 Pikiran Akhir:
Grafik PERT mengubah perencanaan proyek yang abstrak menjadi rencana yang jelas, visual, dan dapat diambil tindakanrencana yang jelas, visual, dan dapat diambil tindakan. Dengan kekuatan PlantUML dan alat AI seperti Visual Paradigm, bahkan pengguna non-teknis dapat membuat, memahami, dan bertindak berdasarkan grafik semacam ini — membuat manajemen proyek lebih transparan, efisien, dan efektif.