Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRhi_INjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Panduan Lengkap untuk Membuat Diagram Kasus Penggunaan

🔍 Ikhtisar

A diagram kasus penggunaan adalah alat pemodelan dasar dalam rekayasa kebutuhan digunakan untuk memvisualisasikan interaksi antara aktor (pengguna atau sistem eksternal) dan sistem (atau fungsionalitasnya). Ini membantu pemangku kepentingan memahami apa yang harus dilakukan sistem dari sudut pandang fungsional dan berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara tim teknis dan pengguna bisnis.

Meskipun sederhana, diagram kasus penggunaan sering sering digunakan secara keliru karena identifikasi aktor yang buruk, kasus penggunaan yang samar, atau hubungan yang salah. Panduan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep-konsep utama konsep-konsep utama, memberikan metode langkah demi langkah metodologi langkah demi langkah, serta menyoroti jebakan umum yang harus dihindari.


🔑 Konsep Utama

Konsep Penjelasan
Aktor Seorang pengguna manusia, organisasi, atau sistem eksternal yang berinteraksi dengan sistem. Berperan sebagai ‘pengguna’ dalam konteks sistem. Contoh: siswa, guru, admin, gateway pembayaran.
Kasus Penggunaan Deskripsi dari tujuan atau fungsi tertentu yang dilakukan sistem untuk seorang aktor. Menentukan apa yang dilakukan sistem, bukan bagaimana. Contoh: “Daftar untuk sebuah kursus”, “Kirim nilai”, “Buat laporan”.
Batas Sistem Batas yang memisahkan sistem dari aktor dan sistem eksternal. Semua hal di dalam batas ini merupakan bagian dari sistem.
Asosiasi Garis yang menghubungkan aktor dengan use case, menunjukkan bahwa aktor dapat melakukan use case tersebut.
Generalisasi Hubungan di mana satu aktor mewarisi perilaku dari aktor lain (misalnya, “Siswa” adalah jenis dari “Pengguna”).
Ketergantungan Hubungan yang menunjukkan bahwa satu use case tergantung pada use case lain (e
.g., “Buat Laporan” tergantung pada “Dapatkan Data Siswa”).
Sertakan Use case yang merupakan diperlukan untuk dieksekusi oleh yang lain (misalnya, “Kirim Nilai” menyertakan “Validasi ID Siswa”).
Perluas Use case yang secara kondisional menambah fungsi (misalnya, “Kirim Pemberitahuan” memperluas “Kirim Nilai” ketika nilai berada di bawah ambang batas).

⚠ Catatan Penting: Use case bukan tentang fitur — mereka tentang tujuan fungsional yang memenuhi kebutuhan pengguna.


🚀 Proses Langkah demi Langkah untuk Membuat Diagram Use Case

Langkah 1: Identifikasi Aktor

Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan inti ini untuk mengidentifikasi semua aktor yang relevan:

Pertanyaan Mengapa Ini Penting
Siapa yang menggunakan kasus penggunaan utama? Mengidentifikasi pengguna utama (misalnya, mahasiswa, dosen).
Siapa yang membutuhkan dukungan untuk pekerjaan sehari-hari? Mencari peran dukungan (misalnya, staf HR, dukungan IT).
Siapa yang bertanggung jawab atas administrasi sistem? Mengidentifikasi peran admin (misalnya, manajer sistem, admin basis data).
Perangkat lunak/perangkat eksternal apa yang berinteraksi dengan sistem? Mengidentifikasi sistem eksternal (misalnya, email, gateway pembayaran, ERP).
Siapa yang memiliki kepentingan terhadap hasil sistem? Mengidentifikasi pemangku kepentingan (misalnya, orang tua, anggota dewan).

📌 Kiat: Mulailah dengan pengguna paling kritis dan perluas ke luar. Gunakan skenario dunia nyata atau wawancara untuk memvalidasi identifikasi aktor.

💡 Contoh: Dalam sebuah sistem manajemen mahasiswa universitas, aktor mungkin mencakup:

  • Mahasiswa

  • Anggota Fakultas

  • Pembimbing Akademik

  • Petugas Admin

  • Gateway Pembayaran

  • Sistem ERP


Langkah 2: Identifikasi Kasus Penggunaan

Setelah aktor diidentifikasi, ajukan pertanyaan berikut tentang setiap aktor:

Pertanyaan Tujuan
Apa tugas utama yang harus dilakukan oleh aktor? Mengidentifikasi tujuan fungsional (misalnya, mendaftar, mendaftar, melihat nilai).
Apakah aktor ingin melakukan query atau mengubah data dalam sistem? Menunjukkan operasi baca/tulis (misalnya, melihat catatan, mengedit profil).
Apakah aktor ingin memberi tahu sistem tentang perubahan di sistem lain? Mengusulkan pemicu berbasis peristiwa (misalnya, beri tahu sistem saat sebuah mata kuliah ditambahkan).
Apakah aktor harus diberi tahu tentang peristiwa tak terduga? Menunjukkan kasus penggunaan notifikasi (misalnya, “Peringatan: Beban Mata Kuliah Terlalu Tinggi”).

📌 Gunakan bahasa yang sederhana dan berfokus pada tujuan. Hindari istilah teknis.

✅ Kasus penggunaan yang baik: “Mendaftar di Mata Kuliah”
❌ Kasus penggunaan buruk: “Kirim formulir pendaftaran dengan validasi” → menjadi terlalu teknis.


Langkah 3: Atur Kasus Penggunaan pada Berbagai Tingkatan

Kasus penggunaan dapat dimodelkan pada tingkatan yang berbeda:

Tingkatan Deskripsi
Kasus Penggunaan Tingkat Atas Tujuan fungsional yang luas yang mencerminkan tujuan bisnis (misalnya, “Kelola Catatan Mahasiswa”).
Kasus Penggunaan yang Disempurnakan Tindakan rinci yang berasal dari tujuan tingkat atas.

🔁 Pendekatan Pengembangan Iteratif:

  1. Mulailah dengan tujuan bisnis tingkat tinggi.

  2. Ungkapkan menjadi sub-tujuan.

  3. Sempurnakan setiap kasus penggunaan hingga spesifik dan dapat dijalankan.

📌 Contoh Penguraian:

  • Tingkat atas: “Dukung administrasi mahasiswa”

  • Penyempurnaan:

    • Siswa dapat mendaftar

    • Siswa dapat mendaftar pada mata kuliah

    • Sistem menyimpan nilai

    • Sistem mengirim konfirmasi pendaftaran

Ini memastikan sistem memenuhitujuan bisnissambil tetappraktis dan dapat diuji.


Langkah 4: Bangun Diagram Kasus Penggunaan

Sekarang, letakkan aktor dan kasus penggunaan pada diagram dan hubungkan secara tepat.

Struktur Diagram:

[Aktor] --> [Kasus Penggunaan]
    ↑
[Include]     [Extend]
    ↓
[Ketergantungan]

Aturan menggambar diagram:

  • Letakkan aktor di luar batas sistem (biasanya di kiri/kanan/atas).

  • Letakkan kasus penggunaan di dalam batas sistem (pusat atau di bawah).

  • Gunakan garis padat untuk asosiasi.

  • Gunakan garis putus-putus untuk ketergantungan.

  • Gunakan panah inklusi (→) untuk include hubungan.

  • Gunakan panah ekstensi (→) untuk perluas hubungan.

  • Hindari tumpang tindih kasus penggunaan; pertahankan diagram tetap bersih dan mudah dibaca.

📌 Contoh Visual (Berdasarkan Teks):

+------------------+
|   Mahasiswa      |  --> Daftar di Mata Kuliah
+------------------+
          |
          v
+------------------+
|   Sistem         |  --> Simpan Pendaftaran Mata Kuliah
| (Batasan)        |
+------------------+
          ^
          |
+------------------+
|   Gateway Pembayaran|  --> Proses Pembayaran Biaya
+------------------+

🚹 Kesalahan Umum: Menggambar aktor di dalam batas sistem — ini menyiratkan bahwa mereka bagian dari sistem, padahal bukan.

Diagram ini dibuat oleh Chatbot AI Visual Paradigm:

 


đŸš« Kesalahan Umum & Cara Menghindarinya

Kesalahan Mengapa Ini Salah Cara Memperbaikinya
đŸš«Â Memperumit aktor Menciptakan terlalu banyak aktor (misalnya, “John Doe”, “Sarah Smith”) alih-alih mengelompokkan peran Kelompokkan peran yang serupa (misalnya, “Mahasiswa”, “Fakultas”)
đŸš«Â Menggunakan kasus penggunaan yang samar Frasa seperti “kelola data”, “lakukan sesuatu” Ganti dengan frasa yang spesifik dan berorientasi tujuan (misalnya, “Kirim pendaftaran mata kuliah”)
đŸš«Â Kehilangan ketergantungan Tidak menunjukkan bagaimana satu kasus penggunaan bergantung pada yang lain Tambahkan termasuk atau perluas hubungan di tempat yang diperlukan
đŸš«Â Penggunaan ‘perluas’ yang salah Menggunakan perluasuntuk alur kerja normal Gunakan termasukuntuk langkah wajib; gunakan perluashanya untuk yang opsional dan bersyarat
đŸš«Â Mengabaikan sistem eksternal Tidak termasuk gateway pembayaran, email, dll. Identifikasi semua sistem eksternal dan tunjukkan interaksinya
đŸš«Â Menggunakan hanya satu aktor Mengasumsikan hanya satu pengguna yang menggunakan sistem Identifikasi semua pemangku kepentingan dan kebutuhan mereka
đŸš«Â Menggunakan istilah teknis misalnya, “Perbarui database”, “panggil API” Tetap pada perilaku fungsional — “Kirim permintaan” lebih baik

✅ Praktik Terbaik untuk Pemodelan Use Case yang Efektif

Praktik Penjelasan
✅ Mulai dari tujuan bisnis Model dari atas ke bawah — selaraskan dengan tujuan strategis.
✅ Libatkan pemangku kepentingan sejak awal Wawancarai pengguna akhir atau ahli bidang untuk memvalidasi use case.
✅ Pertahankan use case yang independen Setiap use case harus mewakili satu tujuan yang jelas.
✅ Gunakan skenario dunia nyata Berdasarkan aktivitas pengguna yang sesungguhnya (misalnya, seorang siswa mendaftar kelas).
✅ Validasi dengan tim Tinjau diagram bersama pengembang, penguji, dan analis bisnis.
✅ Perbarui secara iteratif Seiring kebutuhan berkembang, sempurnakan diagram dalam siklus yang lebih kecil.
✅ Dokumentasikan use case secara rinci Sertakan prasyarat, pasca kondisi, dan kriteria keberhasilan/gagal dalam dokumen terpisah.

📚 Referensi & Bacaan Lanjutan

  • [30] Rekayasa Kebutuhan – Teks dasar tentang pemodelan use case.

  • [27] Mengidentifikasi Use Case dalam Kebutuhan Perangkat Lunak – Metode praktis untuk mengembangkan use case dari aktor.

  • [16, 40] – Literatur komprehensif tentang rekayasa kebutuhan dan desain sistem.

  • Standar IEEE/ISO: ISO/IEC 29148 – Pedoman spesifikasi use case.

Buku rekomendasi:

  • Kebutuhan Perangkat Lunak: Mendapatkan yang Benar pada Pertama Kali oleh Ian Sproul

  • Proses Pengembangan Perangkat Lunak Terpadu (RUP) – Memperkenalkan pemodelan use case dalam UML


📝 Contoh: Diagram Use Case untuk Sistem Manajemen Perpustakaan

Aktor:

  • Anggota

  • Pustakawan

  • Administrator

  • Sistem Katalog Online

  • Gerbang Pembayaran

Use Case:

  • Anggota:

    • Meminjam buku

    • Mengembalikan buku

    • Mencari buku

    • Melihat status keanggotaan

  • Pustakawan:

    • Meminjam buku

    • Mengembalikan buku

    • Memperbarui catatan buku

    • Menghasilkan daftar terlambat

  • Administrator:

    • Menambahkan buku baru

    • Mengelola akun pengguna

    • Menghasilkan laporan tahunan

  • Sistem Katalog Online:

    • Mencari buku

    • Memberi tahu anggota tentang kedatangan baru

  • Gerbang Pembayaran:

    • Memproses denda

    • Memproses biaya perpanjangan

Hubungan:

  • Anggota → Meminjam → Termasuk → Mengembalikan

  • Pustakawan → Meminjam → Perpanjang → Mengirim Pengingat (jika terlambat)

  • Administrator → Menambahkan Buku → Termasuk → Memperbarui Katalog

Diagram ini dengan jelas menunjukkan siapa yang melakukan apa, apa yang bisa mereka lakukan, dan bagaimana sistem saling berinteraksi.


đŸ§© Daftar Periksa Akhir Sebelum Menyelesaikan Diagram

✅ Apakah saya telah mengidentifikasi semua aktor yang relevan?
✅ Apakah kasus penggunaan bersifat deskriptif dan berorientasi tujuan?
✅ Apakah semua aktor terhubung ke setidaknya satu kasus penggunaan?
✅ Apakah ketergantungan (termasuk/perpanjang) dimodelkan dengan benar?
✅ Apakah ada aktor atau kasus penggunaan yang hilang?
✅ Apakah diagram mudah dibaca dan dipahami?
✅ Apakah saya telah meninjau bersama pemangku kepentingan?


🏁 Kesimpulan

Membuat sebuah diagram kasus penggunaan lebih dari sekadar menggambar garis dan kotak — itu adalah proses strategis yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna, kejelasan dalam bahasa, dan perhatian terhadap detail.

Meskipun diagram tampak sederhana, penyalahgunaan aktor dan kasus penggunaan mengarah pada desain sistem yang buruk, kebutuhan yang terlewat, dan pengguna yang frustrasi. Dengan mengikuti langkah-langkah dalam panduan ini — mengidentifikasi aktor melalui pertanyaan dunia nyata, mengembangkan kasus penggunaan dari kebutuhan aktor, dan menghindari jebakan umum — Anda dapat membuat diagram kasus penggunaan yang akurat, dapat diambil tindakan, dan selaras dengan pemangku kepentingan.

✅ Ingat: Diagram kasus penggunaan yang baik menceritakan sebuah cerita — cerita tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem untuk mencapai tujuan mereka.

Sidebar Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...