Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRhi_INjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Tujuan dan Pentingnya Mengidentifikasi Aktor dalam Pendekatan yang Didorong oleh Use Case

UMLYesterday

Dalam rekayasa perangkat lunak, khususnya dalam metodologi pengembangan yang didorong oleh use case, mengidentifikasiaktoradalah langkah dasar dan kritis. Aktor berfungsi sebagai jembatan antara sistem yang sedang dikembangkan dan entitas eksternal yang berinteraksi dengannya. Mengidentifikasi dan memahami aktor dengan tepat memungkinkan tim untuk merancang sistem yang berfokus pada pengguna, lengkap secara fungsional, dan selaras dengan kebutuhan dunia nyata.

What is Use Case Diagram?

Artikel komprehensif ini mengeksplorasitujuan mengidentifikasi aktor,jenis-jenis aktor (manusia dan non-manusia), peran dan tanggung jawab merekaperan dan tanggung jawab, bagaimana proses ini mendukung berbagai bidang pengembangan perangkat lunak, dan memberikankonsep kunci, pedoman, dan tips praktisuntuk mencapai keberhasilan.


🔍 1. Tujuan Mengidentifikasi Aktor

Mengidentifikasi aktor bukan hanya tugas awal—ini adalah aktivitas strategis yang membentuk seluruh siklus pengembangan. Tujuan utamanya meliputi:

✅ 1. Tentukan Batas Sistem

Aktor membantu menentukan apa yang berada di dalam sistem (perangkat lunak) dan apa yang berada di luar. Kejelasan ini mencegah perluasan cakupan dan memastikan tim fokus pada domain yang tepat.

Contoh:Dalam sistem perbankan, pelanggan adalah aktor di luar sistem, sementara modul pemrosesan transaksi merupakan bagian dari sistem.

✅ 2. Tangkap Interaksi Dunia Nyata

Aktor mewakili pengguna atau sistem nyata yang berinteraksi dengan perangkat lunak. Dengan mengidentifikasi mereka, tim memodelkan use case nyata yang mencerminkan bagaimana sistem akan digunakan dalam praktik.

✅ 3. Dorong Penemuan Use Case

Setiap use case biasanya melibatkan satu atau lebih aktor. Mengetahui aktor membantu mengungkapkan seluruh kumpulan persyaratan fungsional. Jika Anda tidak tahu siapa yang menggunakan sistem, Anda tidak dapat menentukan apa yang mereka butuhkan dilakukan.

✅ 4. Tingkatkan Komunikasi dan Kolaborasi

Aktor menyediakan bahasa bersama bagi para pemangku kepentingan, pengembang, penguji, dan analis bisnis. Mereka memudahkan diskusi mengenai fitur, validasi persyaratan, dan menyelaraskan ekspektasi.

✅ 5. Dukung Perencanaan Pengujian dan Validasi

Pengujicoba dapat menggunakan peran aktor untuk merancang skenario pengujian. Sebagai contoh, aktor “Pelanggan” mungkin perlu melakukan “Masuk,” “Transfer Dana,” dan “Lihat Laporan” — masing-masing menjadi kasus pengujian.


🧍‍♂️ 2. Jenis Aktor: Manusia vs. Tidak Manusia

Aktor secara umum dikategorikan menjadi dua jenis: Aktor Manusia dan Aktor Tidak Manusia.

🧑‍💼 A. Aktor Manusia

Ini adalah individu yang berinteraksi langsung dengan sistem.

Contoh:

  • Pelanggan

  • Administrator

  • Karyawan

  • Manajer

  • Agen Dukungan

  • Pasien (pada sistem kesehatan)

Karakteristik:

  • Memiliki tujuan dan niat.

  • Berinteraksi melalui antarmuka pengguna, formulir, atau perintah suara.

  • Dapat memiliki peran dengan izin yang berbeda (misalnya, admin vs. pengguna biasa).

✅ Kiat: Gunakan penamaan berdasarkan peran (misalnya, “Pelanggan Terdaftar” alih-alih “Pengguna”) untuk menghindari ambiguitas.


🤖 B. Aktor Tidak Manusia

Ini adalah sistem eksternal, perangkat, atau proses otomatis yang berinteraksi dengan perangkat lunak.

Contoh:

  • Mesin ATM

  • Gerbang Pembayaran (misalnya, Stripe, PayPal)

  • Server Email

  • API Layanan Cuaca

  • Sensor IoT

  • Sistem Lama (misalnya, basis data lama)

Karakteristik:

  • Bukan orang, tetapi mereka memulai atau merespons tindakan sistem.

  • Sering mewakili titik integrasi atau layanan eksternal.

  • Dapat memicu kasus penggunaan secara otomatis.

✅ Contoh: Dalam sistem e-commerce, ‘Gerbang Pembayaran’ adalah aktor yang memproses pembayaran dan mengirim konfirmasi kembali ke sistem.

⚠️ Kesalahan Umum: Menganggap komponen sistem sebagai bagian dari sistem daripada aktor eksternal. Selalu bertanya: ‘Apakah entitas ini memicu kasus penggunaan?’


🎯 3. Peran dan Tanggung Jawab Aktor

Memahami peran aktor peran dan tanggung jawab memperdalam pemahaman tentang bagaimana mereka menggunakan sistem dan apa yang mereka harapkan.

🔹 Peran: Siapa Aktor Itu

  • Menggambarkan orang atau sistem dalam konteks tertentu.

  • Sering dikaitkan dengan fungsi pekerjaan atau jenis sistem.

Contoh: “Petugas Pinjaman” vs. “Pelanggan”

🔹 Tanggung Jawab: Apa yang Dilakukan Aktor

  • Tindakan yang dilakukan aktor dalam sistem.

  • Tujuan yang ingin mereka capai.

  • Data yang mereka berikan atau terima.

Contoh: Aktor ‘Pelanggan’ dalam Sistem E-Commerce

Tanggung Jawab Deskripsi
Telusuri Produk Lihat daftar produk dan detailnya
Tambah ke Keranjang Pilih item dan tambahkan ke keranjang belanja
Checkout Masukkan informasi pengiriman dan pembayaran
Lacak Pesanan Lihat status pesanan dan pembaruan pengiriman

✅ Praktik Terbaik:Dokumentasikan tanggung jawab aktor dalam tabel atau legenda diagram use case untuk meningkatkan kejelasan.


🛠️ 4. Bagaimana Identifikasi Aktor Mendukung Bidang Pengembangan

Identifikasi aktor yang tepat memengaruhi beberapa tahap dalam siklus pengembangan perangkat lunak:

📌 1. Pengumpulan Kebutuhan

  • Membantu mengidentifikasi semua kelompok pengguna dan sistem eksternal.

  • Mencegah terlewatnya kebutuhan pengguna yang kritis.

  • Mendorong keterlibatan pemangku kepentingan sejak awal.

📌 2. Pemodelan Use Case

  • Setiap use case dipicu oleh seorang aktor.

  • Memungkinkan penemuan sistematis kebutuhan fungsional.

  • Membantu menghindari use case yang berulang atau tumpang tindih.

📌 3. Desain Sistem dan Arsitektur

  • Membimbing desain antarmuka (UI/UX).

  • Mempengaruhi keamanan dan kontrol akses (misalnya, admin vs. tamu).

  • Menentukan titik integrasi (misalnya, API pihak ketiga).

📌 4. Pengujian dan Validasi

  • Pengujicoba menggunakan peran aktor untuk membuat skenario pengujian.

  • Memastikan semua jalur pengguna tercakup.

  • Mendukung pembuatan skrip pengujian otomatis.

📌 5. Dokumentasi Pengguna dan Pelatihan

  • Definisi aktor yang jelas membantu menulis manual pengguna dan bahan pelatihan.

  • Menerangkan siapa yang dapat melakukan apa dalam sistem.

📌 6. Pengembangan Agile dan Iteratif

  • Dalam Agile, aktor membantu mendefinisikan cerita pengguna (misalnya, “Sebagai Pelanggan, saya ingin mengatur ulang kata sandi saya”).

  • Memfasilitasi prioritisasi daftar backlog berdasarkan kebutuhan pengguna.


🧩 5. Konsep Kunci dalam Identifikasi Aktor

✅ 1. Aktor ≠ Pengguna

  • Seorang pengguna adalah seseorang yang menggunakan sistem.

  • Seorang aktor adalah entitas apa pun yang berinteraksi dengan sistem.

  • Seorang pengguna dapat memainkan beberapa peran (misalnya, seorang manajer yang juga merupakan pelanggan).

❌ Salah: “Pengguna” sebagai satu-satunya aktor.
✅ Benar: “Pelanggan,” “Manajer,” “Administrator Sistem”

✅ 2. Aktor Adalah Entitas Eksternal

  • Aktor berada di luar batas sistem.

  • Jangan sertakan komponen internal (misalnya, “Database” bukan aktor—kecuali jika merupakan sistem eksternal).

✅ 3. Satu Aktor, Banyak Kasus Penggunaan

  • Seorang aktor tunggal dapat terlibat dalam banyak kasus penggunaan.

  • Contoh: Seorang “Pelanggan” dapat “Menjelajah,” “Tambah ke Keranjang,” “Checkout,” dan “Menilai Produk.”

✅ 4. Kasus Penggunaan vs. Aktor

  • Use case menggambarkan tindakan atau tujuan.

  • Actor memicu atau berpartisipasi dalam use case.

✅ Use Case: “Proses Pembayaran”
✅ Actor: “Pelanggan” dan “Payment Gateway”


📝 6. Panduan untuk Identifikasi Actor yang Efektif

Ikuti praktik terbaik berikut untuk memastikan identifikasi actor yang akurat dan bermakna:

✅ 1. Mulai dengan Wawancara Stakeholder

  • Bicaralah dengan analis bisnis, pengguna akhir, dan pemilik sistem.

  • Tanyakan: “Siapa yang menggunakan sistem ini? Siapa yang mengirim data ke sistem ini? Siapa yang menerima output?”

✅ 2. Gunakan Pertanyaan “Siapa yang Memulai?”

  • Untuk setiap use case potensial, tanyakan: “Siapa yang memulai interaksi ini?”

  • Jawabannya kemungkinan besar adalah actor.

✅ 3. Hindari Terlalu Abstrak

  • Jangan menggunakan istilah samar seperti “Pengguna,” “Sistem,” atau “Orang.”

  • Bersifat spesifik: “Pelanggan Terdaftar,” “API Pihak Ketiga,” “Perangkat Seluler.”

✅ 4. Pertimbangkan Semua Titik Interaksi

  • Pikirkan di luar pengguna langsung: sensor, cron job, layanan eksternal.

  • Contoh: Sensor cuaca mungkin memicu use case “Kirim Peringatan.”

✅ 5. Gunakan Uji “Apakah Ini Manusia?”

  • Jika bukan manusia, tanyakan: “Apakah ia mengirim atau menerima pesan ke sistem?”

  • Jika ya → itu adalah actor non-manusia.

✅ 6. Validasi dengan Diagram Use Case

  • Gambar diagram use case dan periksa apakah semua actor direpresentasikan.

  • Pastikan tidak ada use case yang “tanpa actor.”


💡 7. Tips dan Trik untuk Sukses

Tips Penjelasan
Gunakan Nama Berbasis Peran Alih-alih menggunakan “Pengguna,” gunakan “Pelanggan,” “Admin,” “Pemasok” — lebih jelas dan lebih dapat ditindaklanjuti.
Kelompokkan Aktor Berdasarkan Peran Buat daftar “Aktor” yang mencakup deskripsi, tanggung jawab, dan izin.
Manfaatkan Persona Buat persona untuk aktor utama agar dapat memahami tujuan dan titik kesulitan mereka.
Periksa adanya Aktor yang Hilang Tanyakan: “Apa yang terjadi jika sistem gagal? Siapa yang akan diberi tahu?” → Sering kali mengungkapkan aktor tersembunyi.
Gunakan Aturan “Di Luar Sistem” Jika sesuatu berada di dalam sistem, maka itu bukan aktor.
Iterasi dan Sempurnakan Kembali meninjau aktor selama setiap tahap pengembangan. Fitur baru dapat memperkenalkan aktor baru.
Dokumentasikan Aktor dalam Tabel Referensi Jaga dokumen yang selalu diperbarui dengan detail aktor untuk referensi di masa depan.

🎯 Contoh Nyata: Sistem Perbankan Online

Aktor:

  1. Pelanggan – melihat akun, mentransfer uang

  2. Petugas Bank – memproses aplikasi pinjaman

  3. Mesin ATM – mengirim permintaan penarikan

  4. Sistem Deteksi Penipuan – memantau transaksi dan menandai aktivitas mencurigakan

  5. Gerbang Pembayaran – memproses pembayaran kartu kredit

Kasus Penggunaan: “Tarik Tunai”

  • Aktor: Pelanggan dan Mesin ATM

  • Interaksi: Pelanggan memasukkan kartu → ATM mengirim permintaan → Sistem memverifikasi → Dana dilepaskan

✅ ATM adalah aktor karena memulai interaksi.


🚫 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Kesalahan Mengapa Ini Buruk Cara Memperbaiki
Menganggap modul internal sebagai aktor Melanggar konsep batas sistem Tanyakan: “Apakah ini di dalam atau di luar sistem?”
Menggunakan istilah samar seperti “Pengguna” Menyebabkan ketidakjelasan dan kebutuhan yang hilang Gunakan peran yang spesifik: “Pelanggan,” “Pemasok”
Lupa pada aktor non-manusia Melewatkan integrasi dan otomatisasi Pikirkan tentang API, sensor, tugas cron
Mengasumsikan satu aktor per kasus penggunaan Mengabaikan interaksi yang kompleks Izinkan beberapa aktor per kasus penggunaan
Tidak meninjau kembali aktor selama pengembangan Aktor dapat berkembang seiring fitur baru Tinjau aktor dalam perencanaan sprint dan refleksi

✅ Kesimpulan

Mengidentifikasi aktor dalam pendekatan berbasis kasus penggunaan jauh melampaui formalitas—ini adalahpilar strategisdari pengembangan perangkat lunak yang sukses. Dengan secara jelas mendefinisikan siapa yang berinteraksi dengan sistem (baik manusia maupun non-manusia), tim mendapatkan:

  • Pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan pengguna

  • Kebutuhan yang lebih lengkap dan akurat

  • Desain dan arsitektur sistem yang lebih baik

  • Pengujian dan dokumentasi yang ditingkatkan

  • Keselarasan pemangku kepentingan yang lebih kuat

Ketika dilakukan dengan benar, identifikasi aktor mengubah ide-ide abstrak menjadi wawasan konkret yang dapat ditindaklanjuti. Ini memastikan perangkat lunak tidak hanya berfungsi—tetapi jugamenyelesaikan masalah nyata bagi orang dan sistem yang nyata.


📚 Bacaan Lebih Lanjut & Alat

  • Buku:

    • Pemodelan Use Case oleh Alistair Cockburn

    • Menulis Use Case yang Efektif oleh Alistair Cockburn

  • Alat:

    • Visual Paradigm (untuk diagram use case)

    • Lucidchart / Draw.io (pembuatan diagram)

    • Jira + Confluence (untuk dokumentasi aktor dan use case)

  • Metodologi:

    • Agile (cerita pengguna yang berasal dari aktor)

    • Desain Berbasis Domain (DDD) – aktor sebagai bagian dari model domain


🌟 Pikiran Akhir:
“Anda tidak membangun perangkat lunak untuk sistem—anda membangunnya untuk manusia, dan sistem yang melayani mereka. Aktor adalah langkah pertama dalam memahami siapa manusia dan sistem tersebut.”

Dengan menguasai identifikasi aktor, Anda menetapkan dasar bagi sistem yang tidak hanya fungsional—tetapi benar-benar bernilai.

Sidebar Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...