Business Process Model and Notation (BPMN) adalah notasi grafis standar untuk memodelkan proses bisnis. Acara BPMN merupakan bagian penting dari notasi ini, yang merepresentasikan kejadian yang terjadi selama proses berlangsung. Panduan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang notasi acara BPMN, termasuk banyak contoh.

Acara BPMN: Tinjauan Terstruktur
Acara dalam BPMN (Business Process Model and Notation) direpresentasikan oleh lingkaran dan menunjukkan kejadian yang memengaruhi suatu proses. Mereka mendefinisikan bagaimana suatu proses merespons pemicu internal atau eksternal, dengan jenis pemicu ditunjukkan oleh ikon di dalam lingkaran. Di bawah ini adalah penjelasan rinci mengenai acara BPMN, jenis-jenisnya, dan penggunaannya:
Ciri Kunci Acara BPMN
- Perilaku yang Dipicu oleh Acara
- Acara memicu tindakan berdasarkan pemicu tertentu (misalnya pesan, timer, atau kesalahan).
- Hierarki Acara
- Tingkat 1: Acara dasar (Tidak ada, Pesan, Acara mulai timer; Tidak ada, Pesan, Acara akhir berhenti).
- Tingkat 2: Acara lanjutan (Acara antara, Kesalahan, Eskalasi, Bersyarat, Sinyal, Tautan).
- Indikator Visual
- Acara Antara: Lingkaran ganda.
- Acara Batas: Melekat pada aktivitas untuk menangani pengecualian atau tindakan paralel.
Jenis-Jenis Acara dan Fungsinya
1. Acara Mulai
Menunjukkan di mana suatu proses dimulai.
- Peristiwa Mulai Tidak Ada
- Pemicu: Tidak ada (awal tidak ditentukan atau manual).
- Kasus Penggunaan: Subproses (wajib) atau proses tingkat atas dengan pemicu yang tidak ditentukan.
- Peristiwa Mulai Pesan (✉️)
- Pemicu: Pesan eksternal.
- Kasus Penggunaan: Proses dimulai saat pesan diterima (misalnya, permintaan pelanggan).
- Peristiwa Mulai Timer (⏰)
- Pemicu: Waktu/tanggal yang dijadwalkan.
- Kasus Penggunaan: Proses berulang (misalnya, pembuatan laporan bulanan).
- Peristiwa Mulai Ganda
- Pemicu: Salah satu dari beberapa pemicu.
- Kasus Penggunaan: Proses dengan titik awal yang fleksibel.
2. Kejadian Akhir
: Menunjukkan di mana suatu proses berakhir.
- Kejadian Akhir Tidak Ada
- Hasil: Tidak ada sinyal yang dipancarkan.
- Kasus Penggunaan: Penyelesaian proses bawaan.
- Kejadian Akhir Pesan (✉️)
- Hasil: Mengirim pesan setelah selesai.
- Kasus Penggunaan: Memberi tahu sistem atau pengguna eksternal (misalnya, konfirmasi pesanan).
- Kejadian Akhir Berhenti (⛔)
- Hasil: Menghentikan semua aliran paralel.
- Kasus Penggunaan: Menangani pengecualian kritis (misalnya, kegagalan sistem).
3. Kejadian Menengah
Terjadi di antara kejadian awal dan akhir.
- Kejadian Penangkap Timer (⏰)
- Aksi: Menunda proses hingga waktu/durasi tertentu.
- Kasus Penggunaan: Menunggu batas waktu (misalnya, jangka waktu pembayaran).
- Kejadian Pengiriman Pesan (✉️)
- Aksi: Mengirim pesan dan melanjutkan alur.
- Kasus Penggunaan: Setara dengan tugas “Kirim Tugas” (misalnya, memberi tahu pemasok).
4. Kejadian Batas
Melekat pada aktivitas untuk menangani pengecualian atau tindakan paralel.
- Kejadian Batas yang Mengganggu
- Perilaku: Menghentikan aktivitas dan memicu alur pengecualian.
- Kasus Penggunaan: Penanganan kesalahan (misalnya, kegagalan pembayaran).
- Kejadian Batas yang Tidak Mengganggu
- Perilaku: Berjalan secara paralel dengan aktivitas.
- Kasus Penggunaan: Pemantauan (misalnya, pengingat kemajuan selama suatu tugas).
- Kejadian Timer Batas (⏰)
- Tindakan: Memicu jika aktivitas melebihi batas waktu.
- Kasus Penggunaan: Penegakan SLA (misalnya, tingkatkan tugas yang terlambat).
Jenis Kejadian Khusus
- Kejadian Kesalahan (❌)
- Kasus Penggunaan: Penyebab gangguan (misalnya, kegagalan sistem).
- Kejadian Eskalasi (📈)
- Kasus Penggunaan: Pengecualian yang tidak mengganggu (misalnya, persetujuan manajer diperlukan).
- Kejadian Sinyal (⚡)
- Perilaku: Mengirim sinyal ke semua proses yang mendengarkan.
- Kasus Penggunaan: Koordinasi antar proses (misalnya, peringatan skala sistem).
- Kejadian Tautan (🔗)
- Perilaku: Menghubungkan dua bagian dari suatu proses.
- Kasus Penggunaan: Menyederhanakan diagram yang kompleks (misalnya, alur kerja berhalaman).
Pertimbangan Utama
- Pesan vs. Sinyal
- Pesan: Ditujukan ke proses/instans tertentu.
- Sinyal: Dikirim ke semua proses (tidak ada target spesifik).
- Subproses Peristiwa
- Diperkenalkan dalam BPMN 2.0 untuk menangani pengecualian atau tindakan berulang (misalnya, mencatat kesalahan).
- Kesalahan vs. Eskalasi
- Gunakan Kesalahan untuk pengecualian yang mengganggu; Eskalasi untuk yang tidak mengganggu.
Praktik Terbaik
- Gunakan Peristiwa Mulai Timer untuk proses yang dijadwalkan untuk menjelaskan makna instance.
- Hindari penggunaan berlebihan Peristiwa Akhir Menghentikan; cadangkan untuk pengecualian kritis.
- Lebih baik gunakan Peristiwa Batas yang Tidak Mengganggu untuk pemantauan agar tidak mengganggu alur kerja.
Dengan menguasai jenis-jenis peristiwa ini dan pemicunya, pembuat model dapat membuat diagram BPMN yang akurat dan efisien yang mencerminkan perilaku proses dunia nyata.
Referensi BPMN
- Panduan Lengkap tentang Visual Paradigm untuk Pemodelan Proses Bisnis
- Menyederhanakan Proses Bisnis dengan Perangkat Lunak Pemodelan Proses Bisnis BPMN Visual Paradigm
- Visual Paradigm: Solusi Lengkap Anda untuk Pemodelan Perusahaan Terpadu
- Mengungkapkan BPMN: Panduan Lengkap untuk Pemodelan Proses Bisnis
- Menavigasi Proses Bisnis dengan BPMN: Odisea Visual
- Visual Paradigm: Platform Pemodelan Visual All-in-One Terbaik untuk Arsitektur Perusahaan dan Desain Perangkat Lunak
- Alat Visual Paradigm Terbaik untuk Pemodelan Proses Bisnis
- Visual Paradigm: Alat Unggulan untuk Pemodelan ArchiMate EA
- Menguasai Alat BPMN Visual Paradigm: Panduan Pembelajaran Langkah demi Langkah
- Memudahkan Pemodelan Proses Bisnis dengan Alat BPMN Visual Paradigm
- BPMN — Panduan Cepat
- BPMN Secara Singkat — dengan Alat BPMN Online Gratis & Contoh
- Panduan Lengkap tentang BPMN
- Pemodelan Proses As-Is dan To-Be
- Bagaimana Melakukan Analisis Kesenjangan dengan BPMN?
- Visual Paradigm: Suite Lengkap untuk Pengembangan Proyek TI dan Transformasi Digital