Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRhi_INjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Tutorial Komprehensif: Arsitektur Perusahaan Langkah demi Langkah dengan TOGAF menggunakan Visual Paradigm

TOGAFArchiMate9 hours ago

Pendahuluan

The Open Group Architecture Framework (TOGAF) adalah kerangka kerja yang banyak diadopsi untuk mengembangkan dan mengelola arsitektur perusahaan. Visual Paradigm adalah alat yang kuat yang mendukung TOGAFdengan mengintegrasikan bahasa pemodelan ArchiMate dengan Metode Pengembangan Arsitektur TOGAF (ADM). Tutorial ini akan memandu Anda melalui proses menggunakan Visual Paradigm untuk mengembangkan arsitektur perusahaan berdasarkan ADM TOGAF.

Memahami TOGAF dan Visual Paradigm

Apa itu TOGAF?

TOGAFadalah metodologi dan kerangka kerja arsitektur perusahaan yang terbukti digunakan oleh organisasi terkemuka untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Ini menyediakan pendekatan komprehensif untuk desain, perencanaan, implementasi, dan tata kelola arsitektur teknologi informasi perusahaan.

Apa itu Visual Paradigm?

Visual Paradigm adalah alat pemodelan komprehensif yang mendukung berbagai kerangka kerja arsitektur perusahaan, termasuk TOGAF dan ArchiMate. Ini menyediakan antarmuka yang ramah pengguna, fitur yang kuat, dan dukungan luas untuk pemodelan arsitektur perusahaan.

Memulai dengan Visual Paradigm

Mengatur Visual Paradigm

  1. Unduh dan Instal: Kunjungi situs web Visual Paradigmuntuk mengunduh dan menginstal perangkat lunaknya.
  2. Buat Proyek Baru: Buka Visual Paradigm dan buat proyek baru untuk arsitektur TOGAF Anda.
  3. Konfigurasi Pengaturan TOGAF: Pastikan kerangka kerja TOGAF diaktifkan dalam pengaturan proyek Anda.

Fase-Fase ADM TOGAF

Metode Pengembangan Arsitektur TOGAF (ADM) menyediakan proses yang telah diuji dan dapat diulang untuk mengembangkan arsitektur. ADM mencakup fase-fase berikut:

  1. Fase Awal: Kegiatan persiapan dan inisiasi.
  2. Fase A: Visi Arsitektur: Menentukan lingkup, mengidentifikasi pemangku kepentingan, membuat Visi Arsitektur, dan mendapatkan persetujuan.
  3. Fase B: Arsitektur Bisnis: Mengembangkan Arsitektur Bisnis untuk mendukung Visi Arsitektur yang disetujui.
  4. Fase C: Arsitektur Sistem Informasi: Mengembangkan Arsitektur Sistem Informasi, termasuk Arsitektur Data dan Arsitektur Aplikasi.
  5. Fase D: Arsitektur Teknologi: Mengembangkan Arsitektur Teknologi.
  6. Fase E: Peluang & Solusi: Melakukan perencanaan implementasi awal dan mengidentifikasi kendaraan pengiriman.
  7. Fase F: Perencanaan Migrasi: Merumuskan serangkaian arsitektur transisi yang rinci bersama dengan Rencana Implementasi dan Migrasi pendukung.
  8. Fase G: Pengawasan Implementasi: Memberikan pengawasan arsitektur terhadap implementasi.
  9. Fase H: Manajemen Perubahan Arsitektur: Menetapkan prosedur untuk mengelola perubahan terhadap arsitektur baru.
  10. Manajemen Kebutuhan: Mengelola kebutuhan arsitektur sepanjang ADM.

Panduan Langkah demi Langkah TOGAF ADM dengan Visual Paradigm

Flow of TOGAF ADM

Fase Awal

Tujuan

Siapkan dan mulai aktivitas yang diperlukan untuk memenuhi arahan bisnis terhadap arsitektur perusahaan baru, termasuk menentukan kerangka kerja arsitektur khusus organisasi dan prinsip-prinsipnya.

Langkah-langkah

  1. Buka Navigasi Proses TOGAF ADM:

    • Pilih ITSM > TOGAF ADM dari bilah alat aplikasi.
    • Klik dua kali pada Fase Awal untuk membukanya.
  2. Lakukan Aktivitas:

    • Tentukan cakupan organisasi perusahaan yang terdampak:

      • Klik dua kali pada aktivitas untuk membukanya.
      • Ikuti langkah-langkah untuk mengidentifikasi unit organisasi yang terdampak dan menjelaskan dampaknya.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram yang menunjukkan unit yang terdampak.
      • Isi formulir untuk menjelaskan dampak secara rinci.
    • Lakukan Penilaian Kematangan Arsitektur Perusahaan:

      • Klik dua kali pada aktivitas untuk membukanya.
      • Lakukan analisis kematangan menggunakan diagram radar.
      • Ulas kesenjangan kematangan dan solusinya.

Fase A: Visi Arsitektur

Tujuan

Tentukan lingkup, identifikasi pemangku kepentingan, buat Visi Arsitektur, dan dapatkan persetujuan.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase A:

    • Klik dua kali padaFase A: Visi Arsitektur untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk menentukan lingkup, mengidentifikasi pemangku kepentingan, membuat Visi Arsitektur, dan mendapatkan persetujuan.
  2. Lakukan Aktivitas:

    • Tentukan Lingkup:

      • Identifikasi lingkup inisiatif pengembangan arsitektur.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram lingkup.
    • Identifikasi Pemangku Kepentingan:

      • Identifikasi dan dokumentasikan pemangku kepentingan yang terlibat dalam inisiatif pengembangan arsitektur.
      • Gunakan alat analisis pemangku kepentingan untuk menganalisis dan mengelola pemangku kepentingan.
    • Buat Visi Arsitektur:

      • Kembangkan dokumen Visi Arsitektur.
      • Gunakan templat Visi Arsitektur untuk mendokumentasikan visi.
    • Dapatkan Persetujuan:

      • Dapatkan persetujuan dari pemangku kepentingan untuk Visi Arsitektur.
      • Gunakan alur kerja persetujuan untuk mengelola proses persetujuan.

Fase B: Arsitektur Bisnis

Tujuan

Kembangkan Arsitektur Bisnis untuk mendukung Visi Arsitektur yang telah disetujui.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase B:

    • Klik dua kali pada Fase B: Arsitektur Bisnis untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengembangkan Arsitektur Bisnis.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Pilih Model Referensi, Sudut Pandang, dan Alat:

      • Pilih model referensi, sudut pandang, dan alat yang akan digunakan dalam pengembangan Arsitektur Bisnis.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Dasar:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Dasar.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram arsitektur bisnis dasar.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Target:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Target.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram arsitektur bisnis target.
    • Lakukan Analisis Kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara Arsitektur Bisnis Dasar dan Arsitektur Bisnis Tujuan.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Tentukan Komponen Rencana Rute Kandidat:

      • Tentukan komponen rencana rute kandidat berdasarkan analisis kesenjangan.
      • Gunakan alat rencana rute untuk mendokumentasikan komponen rencana rute.
    • Selesaikan Dampak di Seluruh Lanskap Arsitektur:

      • Selesaikan dampak di seluruh lanskap arsitektur.
      • Gunakan alat analisis dampak untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan dampak.
    • Lakukan Tinjauan Formal Pemangku Kepentingan:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap Arsitektur Bisnis oleh pemangku kepentingan.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Arsitektur Bisnis:

      • Tuntaskan Arsitektur Bisnis berdasarkan masukan dari pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Arsitektur Bisnis yang telah dituntaskan.

Fase C: Arsitektur Sistem Informasi

Tujuan

Kembangkan Arsitektur Sistem Informasi untuk proyek arsitektur, termasuk pengembangan Arsitektur Data dan Arsitektur Aplikasi.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase C:

    • Klik dua kali pada Fase C: Arsitektur Sistem Informasi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengembangkan Arsitektur Sistem Informasi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Pilih Model Referensi, Sudut Pandang, dan Alat:

      • Pilih model referensi, sudut pandang, dan alat yang akan digunakan dalam pengembangan Arsitektur Sistem Informasi.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Data Dasar:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Data Dasar.
      • Gunakan alat diagram arsitektur data untuk membuat diagram arsitektur data dasar.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Data Target:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Data Target.
      • Gunakan alat diagram arsitektur data untuk membuat diagram arsitektur data target.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Aplikasi Dasar:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Aplikasi Dasar.
      • Gunakan alat diagram arsitektur aplikasi untuk membuat diagram arsitektur aplikasi dasar.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Aplikasi Target:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Aplikasi Target.
      • Gunakan alat diagram arsitektur aplikasi untuk membuat diagram arsitektur aplikasi target.
    • Lakukan Analisis Kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara Arsitektur Sistem Informasi Dasar dan Arsitektur Sistem Informasi Target.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Tentukan Komponen Rencana Jalan Kandidat:

      • Tentukan komponen rencana jalan kandidat berdasarkan analisis kesenjangan.
      • Gunakan alat rencana jalan untuk mendokumentasikan komponen rencana jalan.
    • Selesaikan Dampak di Seluruh Lanskap Arsitektur:

      • Selesaikan dampak di seluruh landskap arsitektur.
      • Gunakan alat analisis dampak untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan dampak.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap arsitektur sistem informasi oleh stakeholder.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan arsitektur sistem informasi:

      • Tuntaskan arsitektur sistem informasi berdasarkan umpan balik stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan arsitektur sistem informasi yang telah dituntaskan.

Fase D: Arsitektur Teknologi

Tujuan

Kembangkan arsitektur teknologi untuk proyek arsitektur.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase D:

    • Klik dua kali padaFase D: Arsitektur Teknologi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengembangkan arsitektur teknologi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Pilih Model Referensi, Sudut Pandang, dan Alat:

      • Pilih model referensi, sudut pandang, dan alat yang akan digunakan dalam pengembangan arsitektur teknologi.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Teknologi Dasar:

      • Kembangkan deskripsi arsitektur teknologi dasar.
      • Gunakan alat diagram arsitektur teknologi untuk membuat diagram arsitektur teknologi dasar.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Teknologi Target:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Teknologi Target.
      • Gunakan alat diagram arsitektur teknologi untuk membuat diagram arsitektur teknologi target.
    • Lakukan Analisis Kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara Arsitektur Teknologi Dasar dan Arsitektur Teknologi Target.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Tentukan Komponen Rencana Rute Kandidat:

      • Tentukan komponen rencana rute kandidat berdasarkan analisis kesenjangan.
      • Gunakan alat rencana rute untuk mendokumentasikan komponen rencana rute.
    • Selesaikan Dampak di Seluruh Lanskap Arsitektur:

      • Selesaikan dampak di seluruh lanskap arsitektur.
      • Gunakan alat analisis dampak untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan dampak.
    • Lakukan Tinjauan Formal Pemangku Kepentingan:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap arsitektur teknologi oleh pemangku kepentingan.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Arsitektur Teknologi:

      • Tuntaskan arsitektur teknologi berdasarkan umpan balik pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan arsitektur teknologi yang telah dituntaskan.

Fase E: Peluang & Solusi

Tujuan

Lakukan perencanaan implementasi awal dan identifikasi kendaraan pengiriman untuk arsitektur yang ditentukan pada fase sebelumnya.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase E:

    • Klik dua kali pada Fase E: Peluang & Solusi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk melakukan perencanaan implementasi awal dan mengidentifikasi kendaraan pengiriman.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Identifikasi Kendaraan Pengiriman:

      • Identifikasi kendaraan pengiriman untuk mengimplementasikan arsitektur.
      • Gunakan alat identifikasi kendaraan pengiriman untuk mendokumentasikan kendaraan pengiriman.
    • Tentukan Arsitektur Transisi:

      • Tentukan arsitektur transisi yang diperlukan untuk berpindah dari arsitektur dasar ke arsitektur target.
      • Gunakan alat arsitektur transisi untuk mendokumentasikan arsitektur transisi.
    • Lakukan Analisis Kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara arsitektur dasar dan arsitektur target.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Identifikasi Paket Kerja:

      • Identifikasi paket kerja yang diperlukan untuk mengimplementasikan arsitektur.
      • Gunakan alat identifikasi paket kerja untuk mendokumentasikan paket kerja.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal stakeholder terhadap Peluang & Solusi.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Peluang & Solusi:

      • Tuntaskan Peluang & Solusi berdasarkan umpan balik stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Peluang & Solusi yang telah dituntaskan.

Fase F: Perencanaan Migasi

Tujuan

Rumuskan satu set arsitektur transisi yang rinci dengan rencana Implementasi dan Migasi pendukung.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase F:

    • Klik dua kali pada Fase F: Perencanaan Migasi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk merumuskan arsitektur transisi dan rencana Implementasi serta Migasi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Kembangkan Rencana Implementasi dan Migasi:

      • Kembangkan Rencana Implementasi dan Migasi.
      • Gunakan alat Rencana Implementasi dan Migasi untuk mendokumentasikan rencana tersebut.
    • Tentukan Arsitektur Transisi:

      • Tentukan arsitektur transisi yang diperlukan untuk beralih dari arsitektur dasar ke arsitektur target.
      • Gunakan alat arsitektur transisi untuk mendokumentasikan arsitektur transisi.
    • Identifikasi Proyek Migasi:

      • Identifikasi proyek migasi yang diperlukan untuk menerapkan arsitektur tersebut.
      • Gunakan alat identifikasi proyek migasi untuk mendokumentasikan proyek migasi tersebut.
    • Lakukan Tinjauan Formal Pemangku Kepentingan:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap perencanaan migasi oleh pemangku kepentingan.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Perencanaan Migasi:

      • Tuntaskan Perencanaan Migasi berdasarkan umpan balik pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Perencanaan Migasi yang telah dituntaskan.

Fase G: Tata Kelola Implementasi

Tujuan

Berikan pengawasan arsitektur terhadap implementasi.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase G:

    • Klik dua kali pada Fase G: Tata Kelola Implementasi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk memberikan pengawasan arsitektur terhadap implementasi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Tetapkan Tata Kelola Implementasi:

      • Tetapkan kerangka kerja tata kelola implementasi.
      • Gunakan alat tata kelola implementasi untuk mendokumentasikan kerangka kerja tata kelola.
    • Pantau Kemajuan Implementasi:

      • Pantau kemajuan implementasi.
      • Gunakan alat pemantauan kemajuan implementasi untuk melacak kemajuan.
    • Lakukan Tinjauan Formal Pemangku Kepentingan:

      • Lakukan tinjauan formal pemangku kepentingan terhadap Tata Kelola Implementasi.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Tata Kelola Implementasi:

      • Tuntaskan Tata Kelola Implementasi berdasarkan umpan balik pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Tata Kelola Implementasi yang telah dituntaskan.

Fase H: Manajemen Perubahan Arsitektur

Tujuan

Tetapkan prosedur untuk mengelola perubahan terhadap arsitektur baru.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase H:

    • Klik dua kali pada Fase H: Manajemen Perubahan Arsitektur untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk menetapkan prosedur mengelola perubahan terhadap arsitektur baru.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Tetapkan Prosedur Manajemen Perubahan:

      • Tetapkan prosedur manajemen perubahan.
      • Gunakan alat manajemen perubahan untuk mendokumentasikan prosedur.
    • Pantau Perubahan Arsitektur:

      • Pantau perubahan terhadap arsitektur.
      • Gunakan alat pemantauan perubahan arsitektur untuk melacak perubahan.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal stakeholder terhadap Manajemen Perubahan Arsitektur.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Manajemen Perubahan Arsitektur:

      • Tuntaskan Manajemen Perubahan Arsitektur berdasarkan umpan balik stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Manajemen Perubahan Arsitektur yang telah dituntaskan.

Manajemen Kebutuhan

Tujuan

Kelola persyaratan arsitektur sepanjang ADM.

Langkah-langkah

  1. Buka Manajemen Persyaratan:

    • Klik dua kali pada Manajemen Persyaratan untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengelola persyaratan arsitektur sepanjang ADM.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Identifikasi Persyaratan:

      • Identifikasi persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat identifikasi persyaratan untuk mendokumentasikan persyaratan.
    • Analisis Persyaratan:

      • Analisis persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat analisis persyaratan untuk mendokumentasikan analisis.
    • Validasi Persyaratan:

      • Validasi persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat validasi persyaratan untuk mendokumentasikan validasi.
    • Kelola Perubahan Persyaratan:

      • Kelola perubahan pada persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat manajemen perubahan persyaratan untuk melacak perubahan.
    • Lakukan Tinjauan Pemangku Kepentingan Formal:

      • Lakukan tinjauan formal pemangku kepentingan terhadap Manajemen Persyaratan.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Manajemen Kebutuhan:

      • Tuntaskan manajemen kebutuhan berdasarkan umpan balik pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan manajemen kebutuhan yang telah dituntaskan.

Menghasilkan Keluaran ADM

Setelah Anda menyelesaikan semua aktivitas dalam jalur keluaran, Anda dapat menghasilkan keluaran tersebut. Untuk menghasilkan keluaran ADM TOGAF:

  1. Klik dua kali pada bentuk Dokumen:

    • Klik dua kali pada bentuk dokumen di sisi kanan jalur.
    • Berikan nama file dan konfirmasi.
  2. Tinjau Keluaran yang Dihasilkan:

    • Keluaran yang dihasilkan akan mencakup diagram dan formulir yang Anda kembangkan dan isi, beserta konten yang telah diisi sebelumnya.
    • Tinjau keluaran untuk memastikan memenuhi standar yang dibutuhkan.

Menggunakan Repositori Arsitektur

Repositori Arsitektur adalah area penyimpanan untuk semua aset arsitektur dalam suatu perusahaan. Setiap kali Anda menghasilkan keluaran, salinan akan diarsipkan secara otomatis di Repositori Arsitektur. Untuk membuka Repositori Arsitektur:

  1. Pilih ITSM > Repositori Arsitektur:

    • Pilih ITSM > Repositori Arsitektur dari bilah alat aplikasi.
  2. Ambil Keluaran:

    • Klik dua kali pada Arsitektur Khusus Organisasi untuk membuka laci dan mengambil keluaran.
  3. Simpan dan Kelola File:

    • Seret dan lepaskan file ke Repositori Arsitektur untuk menyimpan dan mengelolanya.

Kesimpulan

Visual Paradigm adalah solusi komprehensif untuk pengembangan arsitektur perusahaan berbasis TOGAF. Dengan mengikuti tutorial langkah demi langkah ini, Anda dapat memanfaatkan Visual Paradigm untuk mengembangkan arsitektur perusahaan yang komprehensif dan efektif yang selaras dengan tujuan bisnis dan mendorong nilai bisnis. Untuk informasi lebih rinci dan petunjuk langkah demi langkah, merujuk ke Tutorial Praktis TOGAF dengan Visual Paradigm.

Sidebar Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...