de_DEen_USes_ESfr_FRjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Tutorial Komprehensif: Arsitektur Perusahaan Langkah demi Langkah dengan TOGAF menggunakan Visual Paradigm

TOGAFArchiMate2 days ago

Pendahuluan

The Open Group Architecture Framework (TOGAF) adalah kerangka kerja yang banyak diadopsi untuk mengembangkan dan mengelola arsitektur perusahaan. Visual Paradigm adalah alat yang kuat yang mendukung TOGAFdengan mengintegrasikan bahasa pemodelan ArchiMate dengan Metode Pengembangan Arsitektur TOGAF (ADM). Tutorial ini akan memandu Anda melalui proses menggunakan Visual Paradigm untuk mengembangkan arsitektur perusahaan berdasarkan ADM TOGAF.

Memahami TOGAF dan Visual Paradigm

Apa itu TOGAF?

TOGAFadalah metodologi dan kerangka arsitektur perusahaan yang terbukti digunakan oleh organisasi terkemuka untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Ini memberikan pendekatan komprehensif terhadap desain, perencanaan, implementasi, dan tata kelola arsitektur teknologi informasi perusahaan.

Apa itu Visual Paradigm?

Visual Paradigm adalah alat pemodelan komprehensif yang mendukung berbagai kerangka arsitektur perusahaan, termasuk TOGAF dan ArchiMate. Ini menyediakan antarmuka yang ramah pengguna, fitur yang kuat, dan dukungan luas untuk pemodelan arsitektur perusahaan.

Memulai dengan Visual Paradigm

Mengatur Visual Paradigm

  1. Unduh dan Instal: Kunjungi situs web Visual Paradigmuntuk mengunduh dan menginstal perangkat lunaknya.
  2. Buat Proyek Baru: Buka Visual Paradigm dan buat proyek baru untuk arsitektur TOGAF Anda.
  3. Konfigurasi Pengaturan TOGAF: Pastikan kerangka kerja TOGAF diaktifkan dalam pengaturan proyek Anda.

Fase-Fase TOGAF ADM

Metode Pengembangan Arsitektur TOGAF (ADM) menyediakan proses yang telah diuji dan dapat diulang untuk mengembangkan arsitektur. ADM mencakup fase-fase berikut:

  1. Fase Awal: Kegiatan persiapan dan inisiasi.
  2. Fase A: Visi Arsitektur: Menentukan lingkup, mengidentifikasi pemangku kepentingan, membuat Visi Arsitektur, dan mendapatkan persetujuan.
  3. Fase B: Arsitektur Bisnis: Mengembangkan Arsitektur Bisnis untuk mendukung Visi Arsitektur yang disetujui.
  4. Fase C: Arsitektur Sistem Informasi: Mengembangkan Arsitektur Sistem Informasi, termasuk Arsitektur Data dan Arsitektur Aplikasi.
  5. Fase D: Arsitektur Teknologi: Mengembangkan Arsitektur Teknologi.
  6. Fase E: Peluang & Solusi: Melakukan perencanaan implementasi awal dan mengidentifikasi kendaraan pengiriman.
  7. Fase F: Perencanaan Migrasi: Merumuskan serangkaian arsitektur transisi yang rinci bersama dengan Rencana Implementasi dan Migrasi pendukung.
  8. Fase G: Tata Kelola Implementasi: Memberikan pengawasan arsitektur terhadap implementasi.
  9. Fase H: Manajemen Perubahan Arsitektur: Menetapkan prosedur untuk mengelola perubahan terhadap arsitektur baru.
  10. Manajemen Kebutuhan: Mengelola kebutuhan arsitektur sepanjang ADM.

Panduan Langkah demi Langkah TOGAF ADM dengan Visual Paradigm

Flow of TOGAF ADM

Fase Awal

Tujuan

Siapkan dan mulai aktivitas yang diperlukan untuk memenuhi arahan bisnis terhadap arsitektur perusahaan baru, termasuk menentukan kerangka kerja arsitektur khusus organisasi dan prinsip-prinsipnya.

Langkah-langkah

  1. Buka Navigator Proses TOGAF ADM:

    • Pilih ITSM > TOGAF ADM dari bilah alat aplikasi.
    • Klik dua kali pada Fase Awal untuk membukanya.
  2. Lakukan Aktivitas:

    • Tentukan lingkup organisasi perusahaan yang terdampak:

      • Klik dua kali pada aktivitas untuk membukanya.
      • Ikuti langkah-langkah untuk mengidentifikasi unit organisasi yang terdampak dan menjelaskan dampaknya.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram yang menunjukkan unit yang terdampak.
      • Isi formulir untuk menjelaskan dampak secara rinci.
    • Lakukan Penilaian Kematangan Arsitektur Perusahaan:

      • Klik dua kali pada aktivitas untuk membukanya.
      • Lakukan analisis kematangan menggunakan diagram radar.
      • Ulas kesenjangan kematangan dan solusinya.

Fase A: Visi Arsitektur

Tujuan

Tentukan lingkup, identifikasi pemangku kepentingan, buat Visi Arsitektur, dan dapatkan persetujuan.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase A:

    • Klik dua kali padaFase A: Visi Arsitektur untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk menentukan lingkup, mengidentifikasi pemangku kepentingan, membuat Visi Arsitektur, dan mendapatkan persetujuan.
  2. Lakukan Aktivitas:

    • Tentukan Lingkup:

      • Tentukan lingkup inisiatif pengembangan arsitektur.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram lingkup.
    • Tentukan Pemangku Kepentingan:

      • Tentukan dan dokumentasikan pemangku kepentingan yang terlibat dalam inisiatif pengembangan arsitektur.
      • Gunakan alat analisis pemangku kepentingan untuk menganalisis dan mengelola pemangku kepentingan.
    • Buat Visi Arsitektur:

      • Kembangkan dokumen Visi Arsitektur.
      • Gunakan templat Visi Arsitektur untuk mendokumentasikan visi.
    • Dapatkan Persetujuan:

      • Dapatkan persetujuan dari pemangku kepentingan terhadap Visi Arsitektur.
      • Gunakan alur kerja persetujuan untuk mengelola proses persetujuan.

Fase B: Arsitektur Bisnis

Tujuan

Kembangkan Arsitektur Bisnis untuk mendukung Visi Arsitektur yang telah disetujui.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase B:

    • Klik dua kali pada Fase B: Arsitektur Bisnis untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengembangkan Arsitektur Bisnis.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Pilih Model Referensi, Sudut Pandang, dan Alat:

      • Pilih model referensi, sudut pandang, dan alat yang akan digunakan dalam pengembangan Arsitektur Bisnis.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Dasar:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Dasar.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram arsitektur bisnis dasar.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Target:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Bisnis Target.
      • Gunakan alat diagram ArchiMate untuk membuat diagram arsitektur bisnis target.
    • Lakukan Analisis Kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara Arsitektur Bisnis Dasar dan Arsitektur Bisnis Tujuan.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Tentukan Komponen Rencana Kandidat:

      • Tentukan komponen rencana kandidat berdasarkan analisis kesenjangan.
      • Gunakan alat rencana untuk mendokumentasikan komponen rencana.
    • Selesaikan Dampak di Seluruh Lanskap Arsitektur:

      • Selesaikan dampak di seluruh lanskap arsitektur.
      • Gunakan alat analisis dampak untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan dampak.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap Arsitektur Bisnis oleh stakeholder.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Arsitektur Bisnis:

      • Tuntaskan Arsitektur Bisnis berdasarkan umpan balik stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Arsitektur Bisnis yang telah dituntaskan.

Fase C: Arsitektur Sistem Informasi

Tujuan

Kembangkan Arsitektur Sistem Informasi untuk proyek arsitektur, termasuk pengembangan Arsitektur Data dan Arsitektur Aplikasi.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase C:

    • Klik dua kali pada Fase C: Arsitektur Sistem Informasi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengembangkan Arsitektur Sistem Informasi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Pilih Model Referensi, Sudut Pandang, dan Alat:

      • Pilih model referensi, sudut pandang, dan alat yang akan digunakan dalam pengembangan Arsitektur Sistem Informasi.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Data Dasar:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Data Dasar.
      • Gunakan alat diagram arsitektur data untuk membuat diagram arsitektur data dasar.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Data Target:

      • Kembangkan deskripsi arsitektur data target.
      • Gunakan alat diagram arsitektur data untuk membuat diagram arsitektur data target.
    • Kembangkan deskripsi arsitektur aplikasi dasar:

      • Kembangkan deskripsi arsitektur aplikasi dasar.
      • Gunakan alat diagram arsitektur aplikasi untuk membuat diagram arsitektur aplikasi dasar.
    • Kembangkan deskripsi arsitektur aplikasi target:

      • Kembangkan deskripsi arsitektur aplikasi target.
      • Gunakan alat diagram arsitektur aplikasi untuk membuat diagram arsitektur aplikasi target.
    • Lakukan analisis kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara arsitektur sistem informasi dasar dan arsitektur sistem informasi target.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Tentukan komponen-komponen jalan raya kandidat:

      • Tentukan komponen-komponen jalan raya kandidat berdasarkan analisis kesenjangan.
      • Gunakan alat jalan raya untuk mendokumentasikan komponen-komponen jalan raya.
    • Selesaikan dampak di seluruh cakupan arsitektur:

      • Selesaikan dampak di seluruh landskap arsitektur.
      • Gunakan alat analisis dampak untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan dampak.
    • Lakukan Tinjauan Pemangku Kepentingan Formal:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap arsitektur sistem informasi oleh pemangku kepentingan.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan arsitektur sistem informasi:

      • Tuntaskan arsitektur sistem informasi berdasarkan masukan pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan arsitektur sistem informasi yang telah dituntaskan.

Fase D: Arsitektur Teknologi

Tujuan

Kembangkan arsitektur teknologi untuk proyek arsitektur.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase D:

    • Klik dua kali padaFase D: Arsitektur Teknologi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengembangkan Arsitektur Teknologi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Pilih Model Referensi, Sudut Pandang, dan Alat:

      • Pilih model referensi, sudut pandang, dan alat yang akan digunakan dalam pengembangan Arsitektur Teknologi.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Teknologi Dasar:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Teknologi Dasar.
      • Gunakan alat diagram arsitektur teknologi untuk membuat diagram arsitektur teknologi dasar.
    • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Teknologi Tujuan:

      • Kembangkan Deskripsi Arsitektur Teknologi Tujuan.
      • Gunakan alat diagram arsitektur teknologi untuk membuat diagram arsitektur teknologi tujuan.
    • Lakukan Analisis Kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara Arsitektur Teknologi Dasar dan Arsitektur Teknologi Tujuan.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Tentukan Komponen Rencana Kandidat:

      • Tentukan komponen jalan raya kandidat berdasarkan analisis kesenjangan.
      • Gunakan alat jalan raya untuk mendokumentasikan komponen jalan raya.
    • Selesaikan Dampak di Seluruh Lanskap Arsitektur:

      • Selesaikan dampak di seluruh lanskap arsitektur.
      • Gunakan alat analisis dampak untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan dampak.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap arsitektur teknologi oleh stakeholder.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Arsitektur Teknologi:

      • Tuntaskan arsitektur teknologi berdasarkan umpan balik stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan arsitektur teknologi yang telah dituntaskan.

Fase E: Peluang & Solusi

Tujuan

Lakukan perencanaan implementasi awal dan identifikasi kendaraan pengiriman untuk arsitektur yang ditentukan pada fase sebelumnya.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase E:

    • Klik dua kali pada Fase E: Peluang & Solusi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk melakukan perencanaan implementasi awal dan mengidentifikasi kendaraan pengiriman.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Identifikasi Kendaraan Pengiriman:

      • Identifikasi kendaraan pengiriman untuk mengimplementasikan arsitektur.
      • Gunakan alat identifikasi kendaraan pengiriman untuk mendokumentasikan kendaraan pengiriman.
    • Tentukan Arsitektur Transisi:

      • Tentukan arsitektur transisi yang diperlukan untuk beralih dari arsitektur dasar ke arsitektur target.
      • Gunakan alat arsitektur transisi untuk mendokumentasikan arsitektur transisi.
    • Lakukan Analisis Kesenjangan:

      • Lakukan analisis kesenjangan antara arsitektur dasar dan arsitektur target.
      • Gunakan alat analisis kesenjangan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kesenjangan.
    • Identifikasi Paket Kerja:

      • Tentukan paket pekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan arsitektur.
      • Gunakan alat identifikasi paket pekerjaan untuk mendokumentasikan paket pekerjaan.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap Peluang & Solusi oleh stakeholder.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Peluang & Solusi:

      • Tuntaskan Peluang & Solusi berdasarkan umpan balik stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Peluang & Solusi yang telah dituntaskan.

Fase F: Perencanaan Migasi

Tujuan

Rumuskan serangkaian arsitektur transisi yang rinci bersama dengan Rencana Implementasi dan Migasi pendukung.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase F:

    • Klik dua kali pada Fase F: Perencanaan Migasi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk merumuskan arsitektur transisi dan Rencana Implementasi serta Rencana Migasi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Kembangkan Rencana Implementasi dan Migrasi:

      • Kembangkan Rencana Implementasi dan Migrasi.
      • Gunakan alat Rencana Implementasi dan Migrasi untuk mendokumentasikan rencana tersebut.
    • Tentukan Arsitektur Transisi:

      • Tentukan arsitektur transisi yang diperlukan untuk beralih dari arsitektur dasar ke arsitektur target.
      • Gunakan alat arsitektur transisi untuk mendokumentasikan arsitektur transisi.
    • Identifikasi Proyek Migrasi:

      • Identifikasi proyek migrasi yang diperlukan untuk menerapkan arsitektur.
      • Gunakan alat identifikasi proyek migrasi untuk mendokumentasikan proyek migrasi.
    • Lakukan Tinjauan Formal Pemangku Kepentingan:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap perencanaan migrasi oleh pemangku kepentingan.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Perencanaan Migrasi:

      • Tuntaskan Perencanaan Migasi berdasarkan umpan balik pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Perencanaan Migasi yang telah dituntaskan.

Fase G: Tata Kelola Implementasi

Tujuan

Berikan pengawasan arsitektural terhadap implementasi.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase G:

    • Klik dua kali pada Fase G: Tata Kelola Implementasi untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk memberikan pengawasan arsitektural terhadap implementasi.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Tetapkan Tata Kelola Implementasi:

      • Tetapkan kerangka kerja tata kelola implementasi.
      • Gunakan alat tata kelola implementasi untuk mendokumentasikan kerangka kerja tata kelola.
    • Pantau Kemajuan Implementasi:

      • Pantau kemajuan pelaksanaan.
      • Gunakan alat pemantauan kemajuan pelaksanaan untuk melacak kemajuan.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal terhadap Tata Kelola Pelaksanaan oleh stakeholder.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Tata Kelola Pelaksanaan:

      • Tuntaskan Tata Kelola Pelaksanaan berdasarkan masukan dari stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Tata Kelola Pelaksanaan yang telah dituntaskan.

Fase H: Manajemen Perubahan Arsitektur

Tujuan

Tetapkan prosedur untuk mengelola perubahan terhadap arsitektur baru.

Langkah-langkah

  1. Buka Fase H:

    • Klik dua kali pada Fase H: Manajemen Perubahan Arsitektur untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk menetapkan prosedur mengelola perubahan terhadap arsitektur baru.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Tetapkan Prosedur Manajemen Perubahan:

      • Tetapkan prosedur manajemen perubahan.
      • Gunakan alat manajemen perubahan untuk mendokumentasikan prosedur.
    • Pantau Perubahan Arsitektur:

      • Pantau perubahan pada arsitektur.
      • Gunakan alat pemantauan perubahan arsitektur untuk melacak perubahan.
    • Lakukan Tinjauan Stakeholder Formal:

      • Lakukan tinjauan formal stakeholder terhadap Manajemen Perubahan Arsitektur.
      • Gunakan alat tinjauan stakeholder untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Manajemen Perubahan Arsitektur:

      • Tuntaskan Manajemen Perubahan Arsitektur berdasarkan umpan balik stakeholder.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Manajemen Perubahan Arsitektur yang telah dituntaskan.

Manajemen Kebutuhan

Tujuan

Kelola persyaratan arsitektur sepanjang ADM.

Langkah-langkah

  1. Buka Manajemen Persyaratan:

    • Klik dua kali pada Manajemen Persyaratan untuk membukanya.
    • Ikuti langkah-langkah untuk mengelola persyaratan arsitektur sepanjang ADM.
  2. Lakukan Kegiatan:

    • Identifikasi Persyaratan:

      • Identifikasi persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat identifikasi persyaratan untuk mendokumentasikan persyaratan.
    • Analisis Persyaratan:

      • Analisis persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat analisis persyaratan untuk mendokumentasikan analisis.
    • Validasi Persyaratan:

      • Validasi persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat validasi persyaratan untuk mendokumentasikan validasi.
    • Kelola Perubahan Persyaratan:

      • Kelola perubahan terhadap persyaratan arsitektur.
      • Gunakan alat manajemen perubahan persyaratan untuk melacak perubahan.
    • Lakukan Tinjauan Pemangku Kepentingan Formal:

      • Lakukan tinjauan formal pemangku kepentingan terhadap Manajemen Persyaratan.
      • Gunakan alat tinjauan pemangku kepentingan untuk mengelola proses tinjauan.
    • Tuntaskan Manajemen Persyaratan:

      • Tuntaskan Manajemen Persyaratan berdasarkan umpan balik pemangku kepentingan.
      • Gunakan Dokumen Definisi Arsitektur untuk mendokumentasikan Manajemen Persyaratan yang telah dituntaskan.

Menghasilkan Keluaran ADM

Setelah Anda menyelesaikan semua aktivitas dalam jalur keluaran, Anda dapat menghasilkan keluaran tersebut. Untuk menghasilkan keluaran ADM TOGAF:

  1. Klik dua kali pada Bentuk Dokumen:

    • Klik dua kali pada bentuk dokumen di sisi kanan jalur.
    • Berikan nama file dan konfirmasi.
  2. Ulasan Pengiriman yang Dibuat:

    • Pengiriman yang dihasilkan akan mencakup diagram dan formulir yang Anda kembangkan dan isi, beserta konten yang telah diisi sebelumnya.
    • Ulas pengiriman untuk memastikan memenuhi standar yang dibutuhkan.

Menggunakan Repositori Arsitektur

Repositori Arsitektur adalah area penyimpanan untuk semua aset arsitektur dalam suatu perusahaan. Setiap kali Anda menghasilkan pengiriman, salinan akan diarsipkan secara otomatis di Repositori Arsitektur. Untuk membuka Repositori Arsitektur:

  1. Pilih ITSM > Repositori Arsitektur:

    • Pilih ITSM > Repositori Arsitektur dari bilah alat aplikasi.
  2. Ambil Pengiriman:

    • Klik dua kali pada Arsitektur Khusus Organisasi untuk membuka laci dan mengambil pengiriman.
  3. Simpan dan Kelola File:

    • Seret dan lepaskan file ke Repositori Arsitektur untuk menyimpan dan mengelolanya.

Kesimpulan

Visual Paradigm adalah solusi komprehensif untuk pengembangan arsitektur perusahaan berbasis TOGAF. Dengan mengikuti tutorial langkah demi langkah ini, Anda dapat memanfaatkan Visual Paradigm untuk mengembangkan arsitektur perusahaan yang komprehensif dan efektif yang selaras dengan tujuan bisnis dan mendorong nilai bisnis. Untuk informasi lebih rinci dan petunjuk langkah demi langkah, silakan merujuk ke Tutorial TOGAF Praktis dengan Visual Paradigm.

Sidebar Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...