Model dan Notasi Proses Bisnis (BPMN) adalah bahasa pemodelan visual yang dirancang untuk analisis bisnis dan menentukan alur kerja proses perusahaan. Ini berfungsi sebagai notasi standar terbuka untuk bagan alir grafis yang mendefinisikan alur kerja proses bisnis. BPMN banyak digunakan karena sifatnya yang intuitif, sehingga mudah diakses oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengguna bisnis, analis, pengembang perangkat lunak, dan arsitek data.
BPMN awalnya dikembangkan oleh Inisiatif Manajemen Proses Bisnis (BPMI) pada tahun 2004. Setelah BPMI bergabung dengan Kelompok Manajemen Objek (OMG) pada tahun 2005, OMG mengambil alih pemeliharaan BPMN. Dokumen spesifikasi BPMN pertama dirilis oleh OMG pada bulan Februari 2006. Versi 2.0 diperkenalkan pada tahun 2010, dan versi terbaru, BPMN 2.0.2, secara resmi diterbitkan oleh ISO sebagai standar edisi 2013: ISO/IEC 19510.

BPMN menawarkan beberapa manfaat utama:
BPMN bertujuan untuk mendukung berbagai peran dalam suatu organisasi:
Memahami bagaimana suatu bisnis beroperasi sangat penting untuk perbaikan proses. BPMN menyediakan representasi grafis dari alur kerja bisnis, sehingga memudahkan analis dan pemangku kepentingan untuk memahami dan menganalisis proses. Setiap proses dalam BPMN direpresentasikan sebagai serangkaian langkah (aktivitas) yang dilakukan secara berurutan atau bersamaan sesuai aturan bisnis.

BPMN menggunakan diagram dengan elemen grafis untuk menggambarkan proses. Presentasi visual ini memudahkan pengguna untuk memahami logika suatu proses. Elemen-elemen tersebut dikategorikan untuk memudahkan pengenalan dan penggunaan.
Elemen BPMN dibagi menjadi lima kategori dasar:
Swimlanes adalah kotak persegi panjang yang mewakili peserta dalam proses bisnis. Mereka dapat disusun secara horizontal atau vertikal dan berisi objek aliran yang dilakukan oleh peserta. Terdapat dua jenis swimlanes:


Aktivitas adalah pekerjaan yang dilakukan dalam proses bisnis, ditampilkan sebagai persegi panjang melengkung. Terdapat dua jenis:


Kejadian adalah peristiwa yang dapat memengaruhi proses bisnis, ditampilkan sebagai lingkaran. Terdapat tiga jenis:


Gerbang mengendalikan aliran proses bisnis berdasarkan kondisi, ditampilkan sebagai bentuk berlian. Jenis-jenisnya meliputi:




Objek penghubung menghubungkan elemen aliran:



Objek data mewakili informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan selama proses bisnis. Jenis-jenisnya meliputi:


Artifak memberikan informasi tambahan tanpa memengaruhi alur:


Pertimbangkan perusahaan air murni yang berusaha meningkatkan proses pemesanan mereka. Diagram BPMN akan menggambarkan langkah-langkah dari pemesanan hingga pengiriman, termasuk interaksi pelanggan, pemrosesan pesanan, dan logistik.
Diagram Model dan Notasi Proses Bisnis (BPMN) ini menggambarkan proses pemesanan air murni untuk Perusahaan Air Murni True Aqua. Proses ini melibatkan beberapa langkah utama dan peserta, masing-masing direpresentasikan dalam kolam renang tertentu. Berikut penjelasan rinci mengenai diagram ini:

Tempatkan Pesanan:
Verifikasi Identitas Pelanggan:
Buat Akun Pelanggan:
Lanjutkan Pesanan:
Atur Pengiriman:
Kirim Air:
Pesanan Pembelian [Akan Ditugaskan]:
Pesanan Pembelian [Akan Dikirim]:
Pesanan Pembelian [Selesai]:
Kejadian Awal:
Kejadian Menengah:
Kejadian Akhir:
Diagram ini secara efektif menangkap seluruh proses pemesanan dan pengiriman, mulai dari pelanggan melakukan pemesanan hingga pengiriman akhir. Diagram ini mencakup titik keputusan utama, objek data, dan alur aktivitas antar peserta yang berbeda, memastikan representasi yang jelas dan terstruktur dari proses bisnis.
Diagram Model dan Notasi Proses Bisnis (BPMN) untuk Perusahaan Air Murni True Aqua menyediakan visualisasi yang komprehensif dan rinci mengenai proses pemesanan dan pengiriman air murni. Dengan memecah proses menjadi langkah-langkah yang jelas dan berurutan serta menetapkan tanggung jawab kepada peserta tertentu, diagram ini memastikan bahwa semua pemangku kepentingan dapat dengan mudah memahami dan mengikuti alur kerja.
Penggunaan swimlane secara efektif mengorganisasi proses dengan memisahkan tindakan dari peserta yang berbeda, termasuk Pelanggan, Asisten Layanan Pelanggan, Manajer Departemen Logistik, dan Pekerja. Pemisahan ini membantu mengidentifikasi peran dan tanggung jawab masing-masing peserta, memfasilitasi koordinasi dan akuntabilitas yang lebih baik.
Penggunaan gateway, seperti titik keputusan untuk memverifikasi identitas pelanggan, menyoroti langkah-langkah penting dalam pengambilan keputusan proses. Ini memastikan bahwa proses dapat beradaptasi terhadap berbagai skenario, seperti pembuatan akun pelanggan baru jika pelanggan belum ada.
Diagram ini juga mengintegrasikan objek data penting, seperti pesanan pembelian pada tahapan berbeda (akan ditugaskan, akan dikirim, dan selesai), yang sangat penting untuk melacak kemajuan pesanan. Objek data ini memberikan jejak yang jelas mengenai status pesanan, memastikan transparansi dan pelacakan selama proses.
Artifak, seperti anotasi teks, menambahkan konteks berharga pada diagram. Sebagai contoh, anotasi yang menunjukkan bahwa lebih dari 90% permintaan dilakukan melalui panggilan telepon dan 10% melalui email memberikan wawasan mengenai perilaku pelanggan, yang dapat bermanfaat untuk optimalisasi proses dan peningkatan layanan pelanggan.
Secara keseluruhan, diagram BPMN berfungsi sebagai alat yang kuat untuk perbaikan proses dan standarisasi. Alat ini membantu perusahaan mengidentifikasi kemungkinan hambatan, menyederhanakan operasi, dan meningkatkan efisiensi. Dengan menyediakan representasi yang jelas dan terstruktur dari proses bisnis, diagram ini memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik di antara para pemangku kepentingan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap tujuan perusahaan untuk meningkatkan pangsa pasar dan kepuasan pelanggan.
Secara ringkas, diagram BPMN untuk Perusahaan Air Murni The True Aqua merupakan bukti nyata efektivitas BPMN dalam memodelkan dan meningkatkan proses bisnis. Diagram ini memberikan peta jalan bagi perusahaan untuk mencapai tujuan peningkatan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, memastikan proses pemesanan dan pengiriman air murni yang lebih lancar dan efisien.