Kolaborasi Bisnis-ke-Bisnis (B2B) melibatkan interaksi antara organisasi yang berbeda untuk mencapai tujuan bersama. Memodelkan interaksi ini sangat penting untuk memahami dan mengoptimalkan proses bisnis. Panduan ini akan membimbing Anda melalui konsep-konsep utama, pedoman, dan tips untuk pemodelan kolaborasi B2B yang efektif, menggunakan proses pemesanan pizza sebagai contoh.
Contoh BPMN – Pemenuhan Pesanan dan Pengadaan
Dalam pemodelan kolaborasi B2B, peserta adalah organisasi atau departemen yang berbeda yang terlibat dalam proses tersebut. Setiap peserta diwakili oleh kolam khusus, yang berisi aktivitas dan peristiwa yang spesifik bagi peserta tersebut.
Peristiwa memicu awal atau kelanjutan suatu proses. Gerbang mengendalikan alur proses berdasarkan kondisi atau peristiwa. Dalam contoh kita, gerbang berbasis peristiwa digunakan untuk menangani waktu tunggu pelanggan menunggu pengiriman pizza.
Aliran pesan mewakili komunikasi antar peserta. Mereka dapat membawa objek informasi (seperti pesanan) atau objek fisik (seperti pizza atau uang).
Tentukan peserta utama dalam kolaborasi tersebut. Dalam contoh kita, pesertanya adalah pelanggan pizza dan penjual pizza.
Buat kolam untuk setiap peserta. Di dalam setiap kolam, gunakan lintasan untuk mewakili peran atau departemen yang berbeda. Untuk penjual pizza, kami memiliki lintasan untuk kasir, koki pizza, dan pengantar.
Mulailah dari peristiwa awal dan model urutan aktivitas dan peristiwa untuk setiap peserta. Gunakan aliran pesan untuk menunjukkan interaksi antar peserta.
Gunakan gerbang untuk memodelkan titik keputusan atau cabang dalam proses. Dalam contoh kita, gerbang berbasis peristiwa digunakan untuk menangani waktu tunggu pelanggan menunggu pengiriman pizza.
Gunakan objek pesan untuk mewakili informasi atau objek fisik yang ditukar antar peserta. Dalam contoh kita, objek pesan mencakup pesanan pizza, pizza itu sendiri, dan uang.
Mulailah dengan model sederhana dan secara bertahap tambahkan detail. Ini membantu memahami alur dasar sebelum terjun ke kompleksitas.
Gunakan label yang jelas dan deskriptif untuk aktivitas, peristiwa, dan objek pesan. Ini membuat model lebih mudah dipahami.
Secara rutin validasi model bersama pemangku kepentingan untuk memastikan model tersebut secara akurat merepresentasikan proses dunia nyata.
Pertimbangkan kasus ekstrem dan pengecualian. Misalnya, apa yang terjadi jika pizza tidak dikirim dalam waktu 60 menit?
Gunakan alat pemodelan untuk membuat dan mengelola model kolaborasi B2B Anda. Alat seperti Bizagi Modeler, Signavio, atau Microsoft Visio dapat membantu.
Kolaborasi Bisnis-ke-Bisnis (B2B) melibatkan interaksi antar organisasi yang berbeda untuk mencapai tujuan bersama. Memodelkan interaksi ini sangat penting untuk memahami dan mengoptimalkan proses bisnis. Panduan ini akan membimbing Anda melalui konsep utama, pedoman, dan tips untuk pemodelan kolaborasi B2B yang efektif, menggunakan proses pemesanan pizza sebagai contoh.
Dalam pemodelan kolaborasi B2B, peserta adalah organisasi atau departemen yang berbeda yang terlibat dalam proses tersebut. Setiap peserta diwakili oleh kolam khusus, yang berisi aktivitas dan peristiwa yang spesifik bagi peserta tersebut.
Peristiwa memicu dimulainya atau dilanjutkannya suatu proses. Gateway mengendalikan alur proses berdasarkan kondisi atau peristiwa. Dalam contoh kita, gateway berbasis peristiwa digunakan untuk menangani waktu tunggu pelanggan menunggu pengiriman pizza.
Aliran pesan merepresentasikan komunikasi antara peserta. Mereka dapat membawa objek informasi (seperti pesanan) atau objek fisik (seperti pizza atau uang).
Tentukan peserta utama dalam kolaborasi. Dalam contoh kita, pesertanya adalah pelanggan pizza dan penjual pizza.
Buat satu pool untuk setiap peserta. Di dalam setiap pool, gunakan lintasan untuk mewakili peran atau departemen yang berbeda. Untuk penjual pizza, kami memiliki lintasan untuk kasir, koki pizza, dan pengantar.
Mulailah dengan peristiwa awal dan buat model urutan aktivitas dan peristiwa untuk setiap peserta. Gunakan aliran pesan untuk menunjukkan interaksi antar peserta.
Gunakan gateway untuk memodelkan titik keputusan atau cabang dalam proses. Dalam contoh kita, gateway berbasis peristiwa digunakan untuk menangani waktu tunggu pelanggan menunggu pengiriman pizza.
Gunakan objek pesan untuk mewakili informasi atau objek fisik yang ditukar antar peserta. Dalam contoh kita, objek pesan mencakup pesanan pizza, pizza itu sendiri, dan uang.
Mulailah dengan model sederhana dan secara bertahap tambahkan detail. Ini membantu memahami alur dasar sebelum terjun ke kompleksitas.
Gunakan label yang jelas dan deskriptif untuk aktivitas, peristiwa, dan objek pesan. Ini membuat model lebih mudah dipahami.
Secara berkala validasi model dengan pemangku kepentingan untuk memastikan model tersebut secara akurat merepresentasikan proses dunia nyata.
Pertimbangkan kasus ekstrem dan pengecualian. Misalnya, apa yang terjadi jika pizza tidak dikirimkan dalam waktu 60 menit?
Gunakan alat pemodelan untuk membuat dan mengelola model kolaborasi B2B Anda. Alat seperti Bizagi Modeler, Signavio, atau Microsoft Visio dapat membantu.

Pemodelan kolaborasi B2B adalah alat yang kuat untuk memahami dan mengoptimalkan proses bisnis. Dengan mengikuti pedoman dan tips yang diuraikan dalam panduan ini, Anda dapat membuat model yang efektif yang merepresentasikan interaksi antara organisasi atau departemen yang berbeda. Contoh proses pemesanan pizza menggambarkan bagaimana menerapkan konsep-konsep ini dalam skenario dunia nyata.