de_DEen_USes_ESfr_FRjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW

Panduan Lengkap tentang Notasi Swimlanes BPMN

BPMN2 days ago

Pendahuluan

Business Process Model and Notation (BPMN) adalah metode standar untuk memvisualisasikan proses bisnis. Swimlanes merupakan komponen utama dalam BPMN, digunakan untuk mengatur dan mengkategorikan aktivitas dalam model proses. Panduan ini akan memberikan penjelasan rinci mengenai swimlanes, penggunaannya, serta praktik terbaik, beserta banyak contoh untuk menggambarkan penerapannya.

Apa itu Swimlanes?

Swimlanes adalah elemen visual dalam BPMN yang mewakili peserta, peran, atau sistem yang terlibat dalam suatu proses. Mereka membantu mengatur dan mengkategorikan aktivitas, sehingga model proses menjadi lebih mudah dibaca dan dipahami. Swimlanes dapat berupa horizontal atau vertikal dan dibagi menjadi pool dan lane.

Pool

Pool mewakili peserta utama dalam suatu proses, seperti organisasi, departemen, atau sistem. Pool biasanya digunakan untuk memisahkan peserta yang berbeda dalam diagram kolaborasi.

Lane

Lane adalah pembagian dalam suatu pool dan mewakili peran, sub-proses, atau sistem dalam suatu peserta. Lane membantu mengkategorikan aktivitas lebih lanjut dalam suatu pool.

Konsep Utama

Peserta

Peserta adalah entitas yang terlibat dalam proses. Mereka bisa berupa organisasi, departemen, peran, atau sistem. Setiap peserta direpresentasikan oleh sebuah pool dalam diagram BPMN.

Aktivitas

Aktivitas adalah tugas atau tindakan yang dilakukan dalam suatu proses. Mereka ditempatkan dalam lane untuk menunjukkan peserta atau peran mana yang bertanggung jawab atas setiap tugas.

Aliran Pesan

Aliran pesan mewakili komunikasi antar peserta. Ditetapkan sebagai panah putus-putus yang menghubungkan aktivitas dalam pool atau lane yang berbeda.

Aliran Urutan

Aliran urutan mewakili urutan aktivitas dalam suatu proses. Ditetapkan sebagai panah padat yang menghubungkan aktivitas dalam pool atau lane yang sama.

Petunjuk Penggunaan Swimlanes

1. Identifikasi Peserta

Tentukan peserta kunci dalam proses tersebut. Setiap peserta harus memiliki kolam sendiri.

2. Tentukan Kolam dan Lajur

Buat kolam untuk setiap peserta. Di dalam setiap kolam, tentukan lajur untuk mewakili peran, sub-proses, atau sistem.

3. Tempatkan Aktivitas di Lajur

Tempatkan aktivitas di lajur yang sesuai untuk menunjukkan peserta atau peran mana yang bertanggung jawab atas setiap tugas.

4. Gunakan Aliran Pesan untuk Komunikasi

Gunakan aliran pesan untuk mewakili komunikasi antar peserta. Hubungkan aktivitas di kolam atau lajur yang berbeda dengan panah putus-putus.

5. Gunakan Aliran Urutan untuk Urutan

Gunakan aliran urutan untuk mewakili urutan aktivitas dalam suatu proses. Hubungkan aktivitas dalam kolam atau lajur yang sama dengan panah padat.

Contoh

Diagram ini mewakili proses bisnis untuk pemenuhan pesanan menggunakan Model dan Notasi Proses Bisnis (BPMN). Diagram ini menggambarkan interaksi antar departemen yang berbeda dalam suatu organisasi untuk memenuhi pesanan. Mari kita uraikan dan pahami setiap bagian dari diagram ini:

Kolam: Pemenuhan Pesanan

Seluruh proses terkandung dalam sebuah kolam yang bernama “Pemenuhan Pesanan,” yang mewakili cakupan keseluruhan proses.

Lajur

Kolam dibagi menjadi dua lajur: Penjualan dan Gudang. Lajur digunakan untuk mengatur aktivitas dalam kolam dan mewakili departemen atau peran yang berbeda yang terlibat dalam proses.

Lajur Penjualan

  1. Lanjutan Penjualan

    • Menangkan Pesanan: Ini adalah peristiwa awal dalam proses, direpresentasikan oleh lingkaran dengan satu batas. Ini menunjukkan bahwa tim penjualan telah berhasil memenangkan pesanan dari pelanggan.
  2. Pemrosesan Pesanan

    • Mendaftarkan Pesanan: Tugas ini melibatkan pendaftaran detail pesanan ke dalam sistem. Ini direpresentasikan oleh persegi panjang melengkung, yang menunjukkan tugas atau aktivitas.

Lanjutan Gudang

  1. Mengeluarkan Barang dari Stok

    • Tugas ini melibatkan pengeluaran barang pesanan dari stok gudang. Ini direpresentasikan oleh persegi panjang melengkung.
  2. Mengirim Barang

    • Ini adalah tugas terakhir dalam proses, di mana barang dikirim ke pelanggan. Ini direpresentasikan oleh persegi panjang melengkung.
    • Proses berakhir dengan lingkaran berbatas tebal, yang menunjukkan peristiwa akhir dari proses.

Aliran Urutan

Aliran urutan direpresentasikan oleh panah padat yang menghubungkan tugas-tugas. Ini menunjukkan urutan pelaksanaan aktivitas:

  1. Proses dimulai dengan peristiwa ‘Menangkan Pesanan’ di jalur Lanjutan Penjualan.
  2. Pesanan kemudian didaftarkan dalam tugas ‘Mendaftarkan Pesanan’ di dalam jalur Pemrosesan Pesanan.
  3. Pesanan yang telah terdaftar memicu tugas ‘Mengeluarkan Barang dari Stok’ di jalur Gudang.
  4. Akhirnya, barang dikirim dalam tugas ‘Mengirim Barang’, menandai akhir dari proses.

Interpretasi

Diagram BPMN ini menyediakan representasi yang jelas dan terstruktur dari proses pemenuhan pesanan. Ini menunjukkan bagaimana departemen yang berbeda (Penjualan dan Gudang) bekerja sama untuk memenuhi pesanan. Proses dimulai dengan tim penjualan memenangkan pesanan, diikuti oleh pendaftaran pesanan, pengeluaran barang dari stok, dan akhirnya pengiriman barang ke pelanggan.

Poin-Poin Kunci

  • Kolam dan Lintasan: Diagram ini menggunakan kolam dan lintasan untuk mengatur aktivitas berdasarkan departemen, sehingga memudahkan pemahaman peran dan tanggung jawab setiap departemen.
  • Peristiwa dan Tugas: Diagram ini mencakup peristiwa mulai dan akhir, serta tugas yang direpresentasikan dengan persegi panjang melengkung.
  • Aliran Urutan: Panah padat menunjukkan urutan aktivitas, menunjukkan aliran proses dari awal hingga akhir.

Diagram ini merupakan alat yang bermanfaat untuk memvisualisasikan dan memahami proses pemenuhan pesanan, membantu pemangku kepentingan mengidentifikasi kemungkinan hambatan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan kolaborasi yang lancar antar departemen.

Kiat dan Trik

1. Buat Sederhana

Mulailah dengan model sederhana dan secara bertahap tambahkan detail. Ini membantu memahami alur dasar sebelum terjun ke kompleksitas.

2. Gunakan Label yang Deskriptif

Gunakan label yang jelas dan deskriptif untuk aktivitas, peristiwa, dan objek pesan. Ini membuat model lebih mudah dipahami.

3. Validasi Model

Secara rutin memvalidasi model bersama pemangku kepentingan untuk memastikan model tersebut secara akurat merepresentasikan proses dunia nyata.

4. Pertimbangkan Kasus Ekstrem

Pertimbangkan kasus ekstrem dan pengecualian. Misalnya, apa yang terjadi jika pesanan dibatalkan?

5. Gunakan Alat

Gunakan alat pemodelan untuk membuat dan mengelola diagram BPMN Anda. Alat seperti Bizagi Modeler, Signavio, atau Microsoft Visio dapat membantu.

Kesimpulan

Swimlanes adalah alat yang kuat dalam BPMN untuk mengatur dan mengkategorikan aktivitas dalam model proses. Dengan mengikuti panduan dan tips yang dijelaskan dalam panduan ini, Anda dapat membuat diagram BPMN yang efektif yang merepresentasikan interaksi antara berbagai peserta, peran, atau sistem. Contoh-contoh yang disediakan menggambarkan bagaimana menerapkan konsep-konsep ini dalam berbagai skenario.

Referensi BPMN

Sidebar Search
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...